Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Penggunaan Internet untuk Hal Produktif

Jumat, 4 Januari 2019 | 13:06 WIB

Sementara itu, Heru juga menyampaikan, penggunaan internet sebaiknya untuk hal yang produktif dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Akhir-akhir ini, kegiatan menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dan hoaks makin marak melalui media sosial di tengah kampanye pemilihan legislatif dan pemilihan presiden (pilpres).

Hal tersebut pun memerlukan program dan aksi nyata dari pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders). Pertama, intensifkan literasi dan edukasi yang cukup bagi masyarakat agar dapat menggunakan internet yang lebih positif dan produktif, termasuk aktif di media sosial secara cerdas dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, perlu ada ketegasan dari pemerintah agar penyelenggara layanan konten di jaringan internet (over the top/OTT) mau menempatkan datanya pada pusat data (data center) yang berlokasi di Indonesia. Hal ini diperlukan agar mudah dipantau dan mudah untuk diblokir apabila ada konten mengandung hate speech maupun hoaks.

“Namun begitu, pemblokiran juga harus dapat dipertanggungjawabkan, adil, dan punya alasan yang transparan,” ujar Heru.

Berdasarkan survei APJII tahun 2017, jumlah pengguna internet di Indonesia yang mengakses layanan aplikasi percakapan (chatting) masih mendominasi sebesar 89,35%. Kemudian, pengguna internet juga mengaku suka layanan media sosial 87,13%, pencarian (search engine) 74,84%, membeli barang 32,19%, menjual barang 8,12%, dan yang paling kecil adalah layanan perbankan (internet banking) baru 7,39%.

Penggunaan internet terkait dengan kegiatan ekonomi digital juga dinilai masih relatif kecil. Meski demikian, mulai terjadi peningkatan akses terhadap aplikasi e-commerce lokal. Pemanfaatan internet untuk kegiatan ekonomi digital disebutkan masih didominasi oleh aktivitas mencari harga sebesar 45,14%, informasi membeli 37,82%, membeli secara elektronik (online) 32,19%, mencari kerja 26,19%, transaksi perbankan 17,04%, serta berjualan online 16,83%.

“Kalau di ekonomi digital, kita melihat orang masih paling banyak mencari harga. Selain itu, kalau kita bicara trafik di Indonesia untuk bisnis lokal itu semakin meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu. Ini yang kita lihat di digital. Orang memang sudah menggunakan aplikasi untuk e-commerce, tetapi masih lebih banyak yang gunakan untuk media sosial dan chatting,” ungkap Ketua Umum APJII Jamalul Izza.

Sementara itu, akses internet masih didominasi dengan menggunakan ponsel pintar (smartphone) atau tablet pribadi 44,16%, komputer atau laptop pribadi 4,49%, menggunakan kedua perangkat tersebut secara bergantian sebesar 39,28%, serta perangkat lainnya 12,07%. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/telecommunication/pemerintah-komit-perkuat-ekonomi-digital/184142

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN