Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Perancang Indonesia Tampilkan Spirit of Kain di Hong Kong

ah, Sabtu, 11 Juli 2015 | 10:46 WIB

JAKARTA-Lima perancang Indonesia menampilkan koleksi terbaiknya, dalam pagelaran busana "Indonesia in Fashion: Spirit of Kain", yang menampilkan kreasi fesyen modern siap pakai menggunakan kain tradisional Indonesia seperti batik, lurik dan tenun.

Dalam pagelaran yang berlangsung di Hongkong, Jumat malam tersebut, Lulu Lutfi Labibi tampil pertama dengan karya-karyanya dengan memadukan unsur batik, tenun, dan lurik dalam busana "wrap dress"atau gaun dengan model draperi, "wrap top", "vest"dan "sarong pant" Begitu pun dengan perancang Yusak Maulana yang menampilkan "black trouser", "white trouser", semi blazer, shirt dan vest. Perancang senior asal Yogyakarta Amin Hendrawijaya juga menampilkan busana siap pakai dengan mengambil unsur cutting yang simple, unik dan modern.

Spirit batik dalam rancangan modern, chic, baik untuk busana santai, dan semi formal juga ditampilkan rumah mode "Galeri Batik Jawa" antara lain indigo batik set of kawung wayang, gedog wayang serta indigo batik dress nitik wayang.

Pagelaran busana yang diprakrasai KJRI Hongkong dan Bank BNI tersebut ditutup dengan gaun-gaun unik, dengan sedikit sentuhan unsur kain tradisonal Indonesia, karya perancang Bali Ali Charisma.

Konjen RI Hongkong Chalief Akbar mengatakan keragaman budaya, etnis Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah habis, untuk menciptakan karya-karya kreatif, termasuk fesyen.

"Indonesia sangat kaya dengan keragaman budaya, etnis, motif tradisional, yang memperkaya pula kreasi-kreasi kreatif, termasuk dalam dunia fesyen Indonesia, katanya, dihadapan hadirin dan undangan perwakilan konsul negara sahabat di Hongkong, para pengusaha, serta pelaku industri fesyen setempat.

Ia menambahkan kain dan motif tradisional Indonesia seperti tenun serta batik, dapat tampil modern.

"Semangat, nilai, luhur dari setiap kain tradisional Indonesia, dapat memberikan nuansa khas, unik, dalam rancangan modern," kata Chalief Akbar.

Ia berharap, kegiatan yang baru kali pertama digelar tersebut dapat diselenggarakan rutin setiap tahun, sehingga keberadaan kain dan motif tradisional Indonesia, akan semakin dikenal serta diakui masyarakat Internasional.

"Sudah menjadi tugas kami sebagai perwakilan RI di mancanegara untuk memperkenalkan dan mempromosikan segala potensi yang dimiliki Indonesia, termasuk dalam dunia fesyen, hingga mampu hadir dan tidak kalah bersaing dengan kreasi dari negara lain," katanya.

Sementara itu Manajer Umum BNI 46 Hongkong Mucharom Hadi Prayitno mengatakan pihaknya komitmen untuk memajukan industri kreatif nasional, termasuk di dunia fesyen.

"Kami mendukung Indonesia Fashion Week, antara lain. Kami juga memiliki beberapa program seperti Kampoeng BNI, yang antara lain juga memberikan fasilitas pembiayaan untuk UKM atau perajin tenun, batik dan sebagainya," kata Mucharom Hadi Prayitno.

Dalam pagelaran busana tersebut, juga ditampilkan beberapa kreasi fesyen serta asesoris dari empat UMKM Indonesia yang difasilitasi Konsul Perdagangan KJRI Hongkong, dan diantaranya juga merupakan binaan BNI 46.(ant/hrb)

BAGIKAN