Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
chatib basri

chatib basri

HAMBAT REPATRIASI PROFIT UNTUK MEMPERKECIL CAD (4)

Perlu Kebijakan Khusus Hambat Repatriasi

Arnoldus Kristianus dan Devie Kania, Jumat, 15 Maret 2019 | 13:55 WIB

Merespons CAD, Chatib menyatakan pentingnya upaya menarik foreign direct investment (FDI). Pemerintah perlu menarik investasi untuk sektor usaha yang berorientasi ekspor. Walau penting bagi pasar modal, aliran dana investasi portofolio rentan terhadap capital outflow.

Pengalaman menunjukkan, dana investasi portofolio sangat rentan terhadap perubahan global, terutama perkembangan suku bunga AS dan perang dagang. Rupiah tahun 2018 pernah menembus Rp 15.000 dan pemerintah dalam perencanaan bujet 2019 pernah mematok rupiah di kurs Rp 15.000 per dolar AS.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi makro, Chatib menyarankan kebijakan khusus untuk menghambat repatriasi deviden dan capital gain perusahaan asing. Jika ada insentif setiap profit yang diinvestasikan kembali di Indonesia, repatriasi profit akan menurun.

Sebagai dampak dari kebijakan The Fed, Indonesia akan diserbu capital inflow. Namun, kata Chatib, financial deepening harus ditingkatkan. Jenis investasi portofolio harus lebih bervarasi agar dana jangka pendek bisa bertahan lebih lama di Indonesia.

Upaya meningkatkan financial deepening tidak cukup hanya memperbanyak jenis investasi. Jumlah investor lokal harus pula didongkrak. Selain itu, insentif juga perlu diberikan pemerintah kepada dana pensiun agar mereka meningkatkan investasi di pasar modal.

Chatib menyarankan agar pemerintah menerapkan skema reverse tobin tax untuk mengurangi jumlah devisa keluar dari pasar keuangan di Tanah Air. Misalnya, keutungan dari perusahaan yang sebelumnya dibawa keluar melalui repatriasi profit bisa digunakan untuk investasi lagi di dalam negeri. Pemerintah bisa memberikan double deduction untuk kewajiban membayar pajak perusahaan tersebut.

“Dia (investor) akan pertahankan uangnya, kalau ini bisa dilakukan kita bisa investasikan US$ 16,1 miliar tanpa perlu mengganggu impor barang modal,” ucap Chatib.

Ia mengatakan, repatriasi profit di tahun 2018 mencapai US$ 16,1 miliar. Sebagian besar PMA yang masuk ini di pasar domestik dalam bentuk rupiah, namun akan kembali lagi keluar dalam bentuk dolar AS.

“Dia terima dalam bentuk rupiah tetapi repatriasi profitnya dalam bentuk dolar. ini bisa menimbulkan missmatch dalam payment,” tutur Chatib. (bersambung)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN