Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pertamina Bidik 36,3 Juta Barel BBM dari Kilang Plaju

(gor/ant), Jumat, 15 Maret 2019 | 09:02 WIB

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menargetkan produksi bahan bakar minyak (BBM) dari Kilang Plaju di Sumatera Selatan bisa mencapai 36,3 juta barel, naik 3,13% dari tahun lalu yang sebesar 35,2 juta barel.

General Manager Kilang Plaju Yosua I M Nababan menuturkan, realisasi produksi BBM dari Kilang Plaju pada tahun lalu juga melebihi target 3,4%. Pencapaian 2018 itu didukung oleh optimasi inovasi rekayasa recovery waste oil, yakni metode upgrading unvaluable product menjadi valuable product.

“Untuk tahun 2019 Pertamina RU (refinery unit) III menargetkan total produksi sebesar 36,23 juta barel,” kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (14/3).

Pada tahun ini juga, tambahnya, perseroan masih akan melanjutkan program Green Refinery secara konsisten dan program biodiesel 20% (B20) sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Pada akhir tahun lalu, Kilang Plaju menjadi pilot project Green Refinery, yakni pengolahan minyak sawit menjadi bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan. Uji coba skema co-processing dengan injeksi refined bleached deodorized palm oil (RBDPO) secara bertahap 2,5-7,5% yang mampu memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dengan angka oktan hingga 91,3.

“Kami menyambut baik bahwa melalui penciptaan energy ramah lingkungan, kualitas hidup akan menjadi lebih baik,” ujar Yosua.

Kilang Plaju dengan kapasitas 20,5 million barrel steam per day (MBSD) direncanakan mampu menghasilkan green fuel atau bahan bakar ramah lingkungan sebanyak 405 ribu barel per bulan setara 64.500 kiloliter (KL) per bulan.

Selain itu, kilang ini juga akan menghasilkan produksi LPG ramah lingkungan sebanyak 11.000 ton per bulan. Pengembangan green energy di Kilang Plaju akan mengurangi impor minyak hingga 7,36 ribu barel per hari (bph).

Hal ini membuat Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang berhasil mengimplementasikan Co-processing minyak sawit menjadi green gasoline dan green LPG untuk skala komersial. Ke depannya, Pertamina akan menerapkan co-processing ini pada kilang lainnya.

Terkait rekayasa recovery waste oil yang dilakukan tahun lalu, dia menjelaskan, merupakan salah satu terobosan dalam menjaga ketahanan pasokan BBM area Sumatera bagian selatan.

Selain itu, program ini diklaim mampu memberikan peningkatan marjin Kilang Plaju sebesar Rp 128,3 miliar per tahun.Program ini disebutnya juga meningkatkan produksi unit kilang petrokimia di Kilang Plaju.  

“Produksi biji plastik mencapai di atas target sebesar 45.200 ton per tahun setara dengan 102% target 2018. (ayu)

BAGIKAN