Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

PGN-Pertagas Kerja Sama Pemakaian Pipa Gas

ah, Rabu, 18 Februari 2015 | 15:39 WIB

JAKARTA – PT PGN (Persero) Tbk dan PT Pertamina Gas (Pertagas) kerja sama pemakaian pipa di Jawa Timur. Dalam kerjasama tersebut PGN menggunakan pipa Pertagas untuk mengalirkan gas miliknya dari Santos Indonesia.

Presiden Direktur Pertagas Hendrajaya mengatakan, pihaknya telah membuat perjanjian pengangkutan gas (gas transportation agreement/ GTA) dengan PGN. Nantinya, gas milik PGN dari lapangan migas di lepas pantai Madura akan dialirkan melalui pipa East Java Gas Pipeline (EJGP) milik Pertagas hingga Porong, Jawa Timur.

Pipa EJGP milik Pertagas memang menggunakan skema open access sehingga bisa dipakai oleh pihak manapun yang mau membayar ongkos angkut (toll fee). “Nanti PGN bayar toll fee, besarannya tergantung jarak kirakira sekitar US$ 0,5-0,6 per mmbtu (juta british thermal unit),” kata dia di Jakarta, Senin (16/2).

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup membenarkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan pipa EJGP yang dikelola Pertagas. “Kami membeli gas dari Santos 50 bbtud (miliar british thermal unit per hari) diangkut pipa EJDP Pertagas dengan membayar toll fee,” jelas dia.

Hendrajaya menambahkan, PGN bukan satu-satunya pengguna Pipa EJGP. Perusahaan lain yang juga mengalirkan gas melalui pipa ini yakni Kangean Energy Indonesia Ltd, Santos Indonesia, PT Pembangkitan Jawa-Bali, dan PT Pertagas Niaga. 

“Semua mempunyai GTA dengan Pertagas. Total volume rata-rata sekarang sekitar 300 mmscfd (million standard cubic feet per day/juta kaki kubik per hari),” papar dia.

Sebelumnya, Pertamina dan PGN juga sudah meneken nota kesepahaman terkait rencana kerjasama penyaluran gas untuk keperluan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).

Melalui kerjasama ini, Pertamina akan memanfaatkan pipa PGN untuk mengalirkan gas hingga ke lokasi SPBG Ecostation, yakni SPBG yang berada di SPBU.

Pertamina telah mengidentifikasi SPBU-SPBU yang bersinggungan dengan jaringan pipa gas bumi milik PGN dalam beberapa kluster. Nantinya, pengembangan akan diprioritaskan mulai dari SPBU dengan jarak yang terdekat dengan pipa PGN. Tahun ini, minimal akan ada 25 SPBG yang dibangun dengan skema ini.

Strategi pembangunan integrasi SPBU dan SPBG diyakini akan meminimalkan hambatan pembangunan SPBG, seperti pembebasan lahan dan perizinan, sehingga pembangunan SPBG bisa lebih cepat dan efsien.

Pertamina akan menambah fasilitas pengisian BBG berupa dispenser, kompresor, gas dryer dan fasilitas lainnya, dengan proses pengerjaan sekitar 4 bulan, jauh lebih cepat dibandingkan dengan membangun SPBG dari awal.

Per tamina dan PGN berharap dengan pengembangan SPBU yang terintegrasi dengan SPBG, akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sehingga tertarik untuk beralih dari BBM ke BBG yang lebih ramah lingkungan. (ayu)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA