Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

PKS Curigai Parpol Lain Lakukan Manuver

ant/afp, Jumat, 21 Oktober 2011 | 16:40 WIB

JAKARTA- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencurigai ada pihak tertentu dari partai politik lain yang sengaja melakuakn manuver untuk menggeser posisi PKS dalam koalisi partai-partai politik pendukung pemerintah.

"Manuver itu dilakukan antara lain agar jumlah menteri dari PKS dikurangi," kata Wakil Sekjen PKS, Mahfudz Siddiq, usai diskusi "DPD: Merawat Daerah Perbatasan, Merawat Indonesia" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (21/10).

Menurut Mahfudz, PKS sudah mengetahui manuver-manuver itu sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan menteri kabinet, pada Selasa (19/10) malam.

Ada pihak-pihak dari parpol lain, kata dia, yang selalu berupaya mempengaruhi untuk menggeser posisi PKS dalam koalisi.

"Kita tahu itu dan PKS terus mencermati," katanya.

Menurut dia, kalau sekarang parpol lain itu masih terus bersuara, itu pertanda keinginannya belum terpuaskan.

Namun, Mahfudz tak bersedia mengungkapkan siapa pihak dari partai politik lain yang dimaksudkannya.

"Manuver itu masih terjadi setelah Presiden Yudhoyono mengumumkan perubahan menteri kabinet," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mahfudz mengingatkan pihak dari partai lain itu agar tidak mengurusi saja partainya dan tidak mencampuri urusan PKS.

Ketua Komisi I DPR RI ini menambahkan, menyikapi pengurangan jumlah menteri kabinet dari PKS, yakni Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata, Majelis Syuro PKS akan melakukan rapat untuk menentukan sikap resmi pada Nopember 2011.

Pada rapat Majelis Suro itu, kata dia, semua kemungkinan terbaik bisa menjadi opsi.

"Kalau saat ini belum ada sikap resmi," katanya.

Menurut dia, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan politisi PKS adalah pernyataan pribadi bukan sikap resmi partai.

Sebelumnya, Partai Demokrat mengusulkan agar Presiden Yudhoyono mengurangi jumlah menteri PKS di kabinet.

Anggota Dewan Kehormatan PKS, Ahmad Mubarok menilai, PKS adalah partai politik anggota koalisi tapi pernyataannya sering menyerang presiden.

Karena itu, katanya, Partai Demokrat mengusulkan agar Presiden Yudhoyono mengurangi jumlah menteri dari PKS di kabinet.

Usul pengurangan jumlah menteri dari PKS, kata Mubarok, disampaikan pada pertemuan antara petinggi Partai Demokrat dengan Presiden Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.(ant/hrb)

BAGIKAN