Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

PPRG Dapat Pembiayaan Rumah BTN

Gora Kunjana, Selasa, 22 Januari 2019 | 21:49 WIB

GARUT- Tukang Cukur yang tergabung dalam Perhimpunan Persaudaraan Pencukur Rambut Garut (PPRG) sangat berbahagia, karena pekerja sektor informal ini mendapatkan pembiayaan murah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk mendapatkan rumah murah.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan,  pihaknya melihat bahwa ada komitmen yang kuat dari para anggota PPRG untuk memiliki tempat tinggal, mengembangkan bisnisnya hingga ingin membangun museum dan membuat wahana wisata di sekitar Garut.

“Jadi kami optimistis kemampuan ekonomi para pencukur rambut  Garut pada umumnya  dapat  berkembang pesat sehingga dibutuhkan layanan jasa perbankan yang mumpuni,” kata Maryono  usai  menyaksikan acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan PPRG di Garut, Jawa Barat, Sabtu  (19/1).

Perumahan PPRG yang dibangun untuk anggota PPRG tersebut terletak di tanah seluas 50.000 meter persegi  di desa Sukamukti, kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pada tahap pertama akan didirikan sekitar 150 unit rumah tipe 30/60 dengan harga jual sekitar Rp 130 juta.

Pembangunan rumah akan dilakukan secara bertahap seiring dengan perluasan lahan perumahan yang direncanakan hingga 100.000 meter persegi. Bank BTN akan membantu proses administrasi bagi komunitas pencukur rambut sebagai debitur yang layak menerima program KPR Subsidi. Selain itu sesuai yang dijanjikan Pemerintah, bunga KPR Subsidi di tetapkan tetap sebesar 5% dengan uang muka minimal 1%.

“Selain bunga yang ringan, masyarakat juga diberi keringanan uang muka oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp 4 juta. Alhasil, angsuran rumah yang akan dibayar debitur hanya sekitar Rp 800.000 dengan tenor KPR maksimal 20 tahun,” kata Maryono.

Di hadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono yang hadir pada acara tersebut, Maryono berkomitmen akan memperluas akses KPR baik KPR Subsidi maupun Non Subsidi  ke seluruh lapisan masyarakat.

Adapun masyarakat yang sering tidak disentuh perbankan secara umum adalah masyarakat berpenghasilan rendah atau berpenghasilan tidak tetap.  Justru di segmen ini, Maryono menilai, Bank BTN unggul karena berani membuka bekerjasama dengan institusi yang menaungi para pekerja sektor informal tersebut serta komunitas pekerja sektor informal.

Sebagai catatan Bank BTN  membantu pemerintah menyalurkan KPR Subsidi lewat program kemitraan dengan swasta, seperti tukang ojek online yang dipayungi perusahaan seperti Grab dan Go-Jek, serta pengemudi taksi yang bekerja di bawah naungan PT Blue bird Tbk dan baru-baru ini Bank BTN juga membantu program pembangunan rumah swadaya bagi guru honorer dengan program ABCG (Akademisi, Business,Community and Government) yang dibundel dengan  KPR mikro.

“Kami terbuka untuk kerjasama lain dengan swasta terutama yang menaungi ribuan pekerja informal yang memimpikan perumahan yang layak bagi keluarganya asalkan memenuhi sejumlah persyaratan yang berlaku di perbankan, ataupun Kementerian PUPR,” kata Maryono.

Saat ini, Bank BTN dipercaya Kementerian PUPR untuk merealisasikan seluruh KPR program pemerintah yaitu KPR Sejahtera FLPP, KPR Subsidi Selisih Bunga/Margin dan KPR BP2BT di samping KPR Non Subsidi, KPR Bangun Rumah dan KPR Renovasi Rumah. (imm)

BAGIKAN