Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Presiden Tinjau Pemasangan Listrik Warga Prasejahtera di Bogor

(gor/ant), Minggu, 2 Desember 2018 | 11:37 WIB

BOGOR- Presiden Joko Widodo meninjau pemasangan listrik bagi warga tidak mampu atau prasejahtera di Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Total ada lima rumah warga penerima sambungan listrik program Sinergi BUMN bidang kelistrikan yang didatangi Presiden.

Presiden Jokowi bersepeda bersama komunitas dari Istana Bogor, keluar melalui pintu Kebun Raya Bogor, menuju Desa Bantarjati Dua, menempuh jarak sekitar dua kilo meter. Presiden secara simbolis melakukan penyalaan listrik di rumah warga penerima program penyambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu.

Lima rumah warga tersebut di antaranya Rohmina (48), Aji Rajiman (48), dan Wawan Juhanda (56).

Presiden Jokowi tampil dengan gaya kasual mengenakan jacket bomber warna hitam bertuliskan Bulls Syndc motorcycle warna kuning emas di bagian dada kanan dan punggung. Selaras dengan celana jins warna navy dan sepatu sneaker hitam bergaris putih.

Presiden menyebutkan di wilayah Jawa Barat ada sekitar 200 ribu rumah yang belum teraliri listrik. Program Sinergi BUMN tahun ini menyasar sekitar 100 ribu sambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu di provinsi tersebut.

"Sampai saat ini baru sekitar 60 ribu yang sudah tersambung listrik, dan kita selesaikan sampai bulan ini," kata Presiden.

Menurut Presiden, sebelum tersambung listrik, warga mendapatkan listrik dengan menyantol atau nebeng dari rumah lainnya.

Kendala warga yang belum memiliki sambungan listrik karena ketidakmampuan ekonomi masyarakat prasejahtera mengingat biaya sambungan sesuai standar PLN mencapai Rp900 ribu.

Program penyambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu ini meringankan beban warga, biaya listrik jadi lebih hemat. Selain itu, dengan punya listrik sendiri tidak hanya untuk penerangan tapi bisa untuk menlistriki yang lainnya seperti seterika dan rice cooker.

"Dari data yang kita terima, biasanya bayar 60 ribu sampai 50 ribu per bulan, dengan ada seperti ini bisa 25 ribu sampai 30 ribu," kata Presiden.

Total ada 82 rumah penerima program di Kelurahan Bantarjati Dua, dari 1.942 rumah penerima program Sinergi BUMN se- Kota Bogor.

Presiden Jokowi mengatakan, akan menyisir wilayah lain di Indonesia yang belum dialiri listrik agar bisa dialiri listrik melalui program Sinergi BUMN ini.

"Hitungan kita ada 1,2 juta di seluruh provinsi, akan terus kita sisir satu per satu," katanya.

Kegiatan penyambungan listrik untuk masyarakat tidak mampu ini juga ditandai penyerahan sertifikat penyambungan listrik kepada 83 warga penerima program Sinergi BUMN oleh PLN area Bogor. (ant/gor)

BAGIKAN