Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Proyek DME PTBA Susun Studi Kelayakan

Selasa, 5 Februari 2019 | 09:48 WIB

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin sebelumnya mengatakan, proyek DME sedang dalam tahap penyusunan studi kelayakan (feasibility study/FS). Rencananya pada akhir Maret dimulai peletakan batu pertama (groundbreaking), dengan masa konstruksi selama 18-24 bulan.

Proyek hilirisasi berikutnya, kata Budi Gunadi, yaitu pemrosesan bauksit menjadi alumina. Proyek ini dikerjakan Inalum bersama Antam.

“Selama ini kan bauksitnya diekspor. Inalum mengimpor alumina. Dengan adanya proyek ini, tidak perlu lagi ada impor alumina. Itu akan menghemat devisa,” tandas dia.

Budi menjelaskan, proyek alumina tersebut berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek smelter grade alumina refinery (SGAR) itu dikerjakan dalam dua tahap dengan total kapasitas produksi 2 juta metric ton alumina. Investasi untuk membangun pabrik tahap pertama tersebut diperkirakan mencapai US$ 250 juta.

Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo mengemukakan, proyek SGAR itu ditargetkan rampung pada 2021. Pembangunan smelter ini direncanakan memakan waktu 2-3 tahun. Saat ini tahap pembangunan memasuki engineering, procurement, and construction (EPC).

Proyek hilirisasi ketiga, menurut Budi Gunadi, yaitu pemurnian konsentrat tembaga. Proyek ini digarap Freeport dengan nilai investasi US$ 2,6 miliar. Pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) ini bakal mampu memproses 2 juta ton konsentrat tembaga. Budi mengungkapkan, proyek hilirisasi keempat adalah memproses nikel menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik. Proyek ini masih dalam tahap penjajakan. “Ini baru FS,” ucap dia.

Budi tidak membantah ketika ditanya kemungkinan penjajakan itu dikaitkan dengan rencana akuisisi saham PT Vale Indonesia Tbk. (es)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA