Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Rata-rata Kehilangan 3,2%

Kamis, 14 Maret 2019 | 13:03 WIB

Wui menuturkan, berdasarkan data riset yang diperoleh dari pihak ketiga yaitu Cybersource SEA Fraud Benchmark Report 2018, bisnis perdagangan secara elektronik (e-commerce) di Asia Tenggara rata-rata kehilangan sekitar 1,6% pendapatan akibat tindakan kecurangan. Di Indonesia bahkan persentasenya lebih tinggi, yaitu 3,2%. Tindakan kecurangan ini juga terjadi pada sektor bisnis ride hailing.

Bahkan, pada sektor ride hailing, rata-rata dua pertiga dari mitra pengemudi tahu bahwa rekan pengemudi lainnya sebenarnya melakukan tindakan kecurangan. Tidak hanya itu, sebanyak 80% pengemudi rata-rata memperoleh order fiktif atau opik sekali dalam seminggu.

“Platform Grab Defence ini akan mampu menekan tindak kecurangan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ini karena ada tiga teknologi penting yang terdapat dalam platform tersebut, yaitu entity intelligence services, event risk management suite, serta device network intelligence services,” ujarnya.

Wui melanjutkan, berdasarkan riset dari pihak ketiga, tindakan kecurangan di sektor ride hailing terhitung cukup tinggi. Secara umum, tindakan kecurangan yang terjadi di pihak kompetitor Grab mencapai 30%, sedangkan di Grab bisa di bawah 5%.

“Kami memiliki teknologi yang mumpuni, yang mampu menciptakan kepercayaan pada pelanggan kami. Berdasarkan data dari pihak internal kami, tindakan kecurangan ride hailing di Grab memang ada, tetapi hanya sekitar 1%. Hal itu terjadi karena kami berinvestasi cukup besar di sektor keamanan. Kami benar-benar memperhatikan sektor keamanan. Sebab, ini menyangkut kepercayaan pelanggan,” ungkapnya.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menambahkan, di Indonesia, sindikat kejahatan sering mendapatkan keuntungan secara ilegal dengan memanfaatkan aplikasi GPS palsu atau aplikasi yang dimodifikasi. Hal ini juga bisa menimbulkan pengalaman buruk bagi para pengguna Grab, karena kendaraan yang dipesan lebih jauh dari seharusnya.

Namun, Grab kini telah bekerja keras untuk mengatasi kejahatan itu dengan beberapa langkah taktis. Beberapa yang telah dikerjakan antara lain berupa kampanye Grab Lawan Opik!, Grab Fair Play, serta bekerja sama dengan pihak Kepolisian RI.

“Upaya pencegahan tentu terus kami lakukan dan akan terus diperbaiki sistemnya. Terutama, kehadiran Grab Defence akan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada para pengguna. Grab Defence diluncurkan pertama kali di Indonesia dan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kita semua,” ungkap Ridzki. (lm)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/telecommunication/tiga-fitur-utama-grab-defence/186628

BAGIKAN