Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Relawan Jokowi-JK Gelar Arya Penangsang Gugur

Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah, Sabtu, 21 Juni 2014 | 21:34 WIB

KLATEN, JATENG- Relawan Jokowi-JK dalam rangka kampanye Pilpres akan menggelar pertunjukan budaya ketoprak dengan judul “Arya Penangsang Gugur” di lapangan Sumberejo, Klaten Selatan, Jateng, Rabu (25/6).

 



Kampanye Pilpres dengan pendekatan budaya tersebut dikatakan sebagai bentuk harapan masyarakat akan berdirinya tatanan Indonesia baru yang secara filosofis tidak terlepas dari perjalanan panjang sejarah Indonesia khususnya tentang kisah berdirinya Kerajaan Mataram di Alas (hutan) Mentaok.  

 



Demikian dijelaskan Ketua Panitia Pagelaran Ketoprak, Harri Pramono, anggota DPRD Jateng dari PDIP di Klaten, dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/6).

 

Pertunjukan ketoprak yang disutradarai Ki Joko Krisnanto itu menghadirkan bintang tamu, Marwoto Kawer, Anang Batas dan Rabies. Para pemain ketoprak berasal dari Padepokan Budaya Omah Wayang “Paguyuban Manunggal Cipta” Klaten yang profesi para anggotanya adalah MC (pembawa acara).

 



Dijelaskan oleh Harri Pramono, orang Jawa melihat pemilihan presiden selalu dikaitkan dengan munculnya tatatanan baru politik yang tidak bisa dilepaskan dari dua kerajaan besar yakni Mataram dan Majapahit. Karena Klaten berada dalam wilayah Kerajaan Mataram pada waktu itu, maka dipilihlah sejarah yang berhubungan dengan lahirnya Kerajaan Mataram yang didirikan di Alas (Hutan) Mentaok, Kota Gede.

 



Dalam Babad Tanah Jawi, dijelaskan lebih lanjut, hutan Mentaok merupakan hadiah dari Adipati Kerajaan Pajang, Hadiwijaya atau yang sebelumnya bernama Mas Karebet (Jaka Tingkir),  kepada Ki Ageng Pemanahan karena berjasa dalam menumpas Arya Penangsang yang dianggap sebagai  ancaman serius bagi eksistensi Kerajaan Pajang. Kelak, di atas Hutan Mentaok itu, Kerajaan Mataram didirikan dan Ki Ageng Pemanahan menjadi raja Mataram yang pertama,” ujar Harri Pramono yang juga mantan Ketua DPRD Klaten.

 



“Dalam Babad Tanah Jawi diceritakan, Arya Penangsang yang saat itu menunggang kuda bernama Gagak Rimang, terbunuh ketika melawan Danang Sutawijaya. Konon menurut cerita dari mulut ke mulut, kuda jantan yang ditunggangi oleh Arya Penangsang itu berasal dari istal yang letaknya ada di Klaten. Apakah ini benar atau tidak, hanya sejarah yang mengetahuinya,” ujar mantan Ketua DPC PDIP Klaten tersebut.

 



Pagelaran ketoprak ini akan dihadiri juga para kepala daerah di Jateng yang berasal dari Partai PDIP termasuk di dalamnya Bupati Klaten H Sunarna dan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Dalam acara tersebut juga akan ditandatangani deklarasi anti politik uang (serangan fajar)  oleh para hadirin sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa dan negara Indonesia.

 
 
“Kita semua harus dan sekaligus mendorong rakyat untuk berani menolak serangan fajar jika menginginkan tata baru Indonesia. Serangan fajar atau apapun bentuk politik uang lainnya sangat merusak tatanan demokrasi di Indonesia dan pasti menghasilkan pimpinan bangsa yang korup. Sudah cukup Indonesia mengalami kehancuran moral dalam bidang politik dan berharap pileg 2014 merupakan masa akhir dari politik uang.  Dengan deklarasi ini ada gerakan moral dari mulut ke mulut untuk menolak politik uang,” tegas Harri.  (*/gor)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA