Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

RI Peringkat ke-6 Penderita Diabetes Terbanyak di Dunia

Kamis, 4 Oktober 2018 | 08:43 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA - Federasi Diabetes Internasional mengatakan, Indonesia akan menjadi rumah bagi 16,7 juta penderita diabetes pada 2045. Jumlah penderita diabetes di Indonesia sudah mencapai 10,3 juta orang pada tahun 2017, dan lebih dari separuh yang hidup dengan diabetes tidak terdiagnosis.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Lembaga riset internasional ‘FMCG Gurus’ menunjukkan 66% konsumen sadar akan kaitan antara diet dan diabetes. 88% responden tertarik untuk membeli bahan makanan yang dapat membantu mengurangi risiko diabetes.

“Pada 2017, Indonesia posisi ke 6 di dunia, sedangkan posisi pertama China dengan 114,4 Juta. Trennya memang jumlah penderta diabetes terus meningkat di Indonesia,” kata Christian Philippsen, Managing Director Beneo Asia Pacific di Jakarta, Rabu (3/10).

Dia menyatakan, obesitas dan diabetes adalah masalah besar di Indonesia dan di seluruh Asia. Karena itu, perlu cara paling efektif untuk mengatasi masalah kesehatan ini adalah dengan menyarankan orang-orang untuk makan makanan sehat yang mengandung bahan-bahan yang lebih baik.

“Kalau tidak ada upaya serius maka 2045 diperkirakan posisi Indonesia akan ada posisi ke tujuh dengan jumlah penderita 16,7 juta dan India jumlah penderitanya 134,3 juta,” tuturnya.

Ada peluang besar bagi produsen bahan makanan untuk memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesehatan orang Indonesia.

Sebab, makanan yang diproses dan dikemas seringkali memiliki kadar gula yang sangat tinggi. “Ini sangat berperan dalam menyebabkan diabetes,” katanya.

Masyarakat Indonesia, kata dia, dalam survei FMCG Gurus (2018) karena 56% responden tertarik untuk mengurangi resiko diabetes. Sementara itu, 60% responden setuju mengkaitkan diet dengan penangannan diabetes.

Dia menjelaskan, produsen makanan memainkan peranan yang besar dalam memerangi masalah kesehatan seperti obesitas dan diabetes.

“Cara untuk membuat makanan ini lebih sehat adalah dengan mengurangi kadar gula, tetapi bisa dimengerti kalau ada kekhawatiran bahwa cara itu akan mempengaruhi rasa produknya. Namun, sangatlah mungkin untuk mengurangi kadar gula dalam produk ini tanpa mengorbankan rasa atau tekstur, yaitu dengan memasukkan bahan-bahan fungsional.” katanya.

Salah satu bahan tersebut adalah Palatinose, karbohidrat yang penyerapannya lambat, diambil dari gula bit yang dapat memasok energi yang stabil dan berkelanjutan bagi tubuh kita, apabila dibandingkan dengan gula biasa.

Palatinose adalah satu-satunya karbohidrat rendah glikemik dan memiliki rasa seperti gula alami yang ringan, yang membuatnya ideal untuk diaplikasikan pada makanan yang dipanggang, produk susu, minuman olahraga, dan minuman energi.

Beneo Palatinose adalah karbohidrat yang penyerapannya cerdas dan berasal dari gula bit. Produk ini unik dikarenakan oleh struktur molekulnya.

Sebagai disakarida, Palatinose terdiri dari glukosa dan molekul fruktosa mirip dengan sukrosa, namun berbeda dengan sukrosa karena hubungan molekulnya jauh lebih kuat dimana tubuh manusia dapat mencerna sepenuhnya, namun lebih lambat.

Akibatnya, energi karbohidrat penuh (glukosa) disediakan dengan cara yang lebih stabil dan berkelanjutan. Kadar glukosa darah tetap seimbang tanpa naik turun secara mendadak dan juga membantu membakar lemak secara lebih efektif.

Tingkat pembakaran lemak yang meningkat mengisyaratkan bahwa konsumen aktif dapat menggunakan cadangan karbohidrat mereka dengan lebih lama.

Diketahui, Beneo akan hadir di Food Ingredients Asia 2018, yang berlangsung di Jakarta International Expo pada tanggal 3-5 Oktober, untuk mendidik para pengunjung mengenai cara-cara membuat produk makanan yang lebih sehat.  (is) 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN