Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sanksi Tegas Akan Dijatuhkan kepada Pelanggar Aturan

(gor/ant), Kamis, 4 Februari 2016 | 13:36 WIB

Ketua Umum International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) Luthfi Mardiansyah mengungkapkan, asosiasi perusahaan farmasi asing itu sudah memiliki kode etik yang senada dengan larangan gratifikasi dalam Permenkes 14/2014. “Dalam kode etik kami ada, kalau ada yang melanggar tentu akan dikenai punishment,” ujar dia.


Sanksi yang dijatuhkan, menurut Luthfi, bermacam-macam, disesuaikan dengan kasusnya. “Ada yang sampai finansial (denda), atau diteruskan ke perusahaan induk mereka. General manager-nya kan bisa ditarik,” tutur dia.


Luthfi mengakui, sudah ada beberapa kasus terkait gratifikasi yang dilakukan anggota IPMG. “Pada 2014 ada. Pada 2015 alhamdulillah tidak ada, karena kami semakin ketat,” kata dia.


Dia mencontohkan, tindakan produsen farmasi mengirimkan karangan bunga ke pernikahan dokter atau anak dokter bisa dikategorikan sebagai gratifikasi.


“Kalau pemberian uang tunai atau perjalanan tidak ada. Di perusahaan farmasi internasional tidak bisa. Semua karyawan perusahaan farmasi asing wajib menandatangani kode etik mengenai gratifikasi,” papar dia.


Direktur Eksekutif IPMG Parulian Simanjuntak mengakui, perusahaan farmasi dapat memberikan fasilitas kepada dokter untuk mengikuti suatu pertemuan ilmiah. “Tapi itu pun harus seizin direktur rumah sakit dan dijalankan sesuai yang disepakati,” ucap dia.


Fasilitas yang diberikan, menurut Parulian, meliputi pembayaran biaya perjalanan dan biaya penginapan, tapi langsung diberikan kepada biro perjalanan dan pihak hotel.


“Jadi, kami tidak dibolehkan membayar langsung ke dokternya. Sejak 2007, pembayaran langsung ke dokter secara pribadi sudah dilarang. Kami transparan. Semua orang tahu, dokter mendapatkan apa dari kami. Dan, ini hanya terbatas pada scientific event,” tandas dia. (iin/sp/az)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN