Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Semen Indonesia Sudah Teken Perjanjian Fasilitas Pinjaman

Oleh Rahajeng Kusumo dan Amrozi Amenan, Rabu, 14 November 2018 | 15:33 WIB

Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto menyatakan, Semen Indonesia melalui SIIB telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan Bank BNP Paribas, Deutsche Bank AG Singapore Branch, Maybank Kim Eng Securities PTE Ltd, MUFG Bank, dan Standard Chartered Bank sebagai kreditor. Adapun pinjaman yang diberikan senilai US$ 1,28 miliar.

Dengan akuisisi yang dilakukan, kata Agung, perseroan memiliki kendali di pabrik Holcim untuk dilakukan sinergi. Dana yang dikeluarkan perseroan mencapai US$ 917 juta untuk mengakuisisi 80,6% saham Holcim tersebut.

Setelah akuisisi, PT Semen Indonesia Tbk akan memiliki tambahan kapasitas sebesar 14,8 juta ton per tahun.

“Dengan bertambahnya kapasitas, kami memiliki posisi yang kuat sebagai BUMN semen, sehingga kami bisa memastikan kelangsungan pembangunan infrastruktur ke depan. Itu sama pentingnya dengan target bisnis kami,” kata Agung kepada Investor Daily.

Selain itu, lanjut Agung, dengan mengakuisisi Holcim, rantai pasok perseroan menjadi terkonsolidasi. Akuisisi juga ditempuh untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, mengingat utilisasi pabrik telah mencapai 85%.

“Utilisasi kami hampir mentok. Jika akuisisi tidak dilakukan, kami tidak bisa bergerak kalau ada kenaikan permintaan pada 2019-2020,” kata dia.

Agung menambahkan, perseroan juga melihat kemungkinan peningkatan ekspor di masa mendatang. Tahun ini, Semen Indonesia menargetkan ekspor sebesar 3,1 juta ton ke berbagai negara, antara lain Maldive, Mauritius, Sri Lanka, Bangladesh, Timor Leste, Tiongkok, dan Australia.

Selain tambahan kapasitas,, efisiensi logistik pun akan didapatkan dari akusisi ini. “Memang masih harus melihat pemetaan dari letak pabrik-pabrik semen dan pasar kami. Karena ada tambahan fasilitas, kami bisa semakin mudah mensimulasikannya,” kata Agung. (bersambung)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/prospek-harga-saham-smgr/182588

BAGIKAN