Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Startup Crowde Bidik Dana Rp 100 M Disalurkan ke Petani

Gora Kunjana, Kamis, 25 Januari 2018 | 21:25 WIB

JAKARTA- Crowde, Startup pertanian yang menyediakan platform investasi bersama untuk permodalan petani, menargetkan untuk meyalurkan dana investasi kepada petani sebesar Rp 100 miliar pada tahun ini. Jumlah penyaluran dana investasi kepada tiap petani yang ditargetkan tahun ini akan meningkat tajam dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 35 juta.


Pasalnya, mulai tahun ini, para investor maupun petani sudah bisa menggunakan platform Crowde dalam bentuk aplikasi, dibanding tahun lalu yang masih menggunakan website.

 

Crowde sendiri menawarkan investasi murah untuk masyarakat Indonesia. Dengan modal minimal Rp 10.000 bisa berinvestasi sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani.


“Kalau tahun lalu, kita masih pakai website, itu pun kita berhasil menyelesaikan 7 proyek dengan jumlah penyaluran dana kepada petani sebesar Rp 35 juta. Jumlah petani yang tergabung dalam platform kita pun sekitar 5 ribu petani, tahun ini kita targetkan 100 ribu petani tergabung. Sementara untuk investornya tahun lalu itu sekitar 8 ribu investor, tahun ini kita targetkan 50 ribu investor. Para investor bisa berinvestasi dengan angka paling minimal Rp 10 ribu, di tiga bidang agriculture di paltform ini, yaitu pertanian, peternakan, dan perikanan,” kata Yohanes Sugihtononugroho, CEO Crowde saat launching aplikasi Crowde di Jakarta, Kamis (25/1).


Menurut Yohanes, saat ini aplikasi Crowde sudah bisa diunduh di Google Play Store. Sedangkan Apple Store sedang dalam proses. Dalam mengembangkan aplikasi ini, Crowde menghabiskan dana investasi dekitar US$ 500 ribu.


“Platform Crowde memang bergerak khusus di sektor agriculture. Karena, pada 2017 itu jumlah petani di seluruh Indonesia itu mencapai 39,6 juta petani. Rata-rata mereka kesulitan modal untuk mengembangkan usahanya. Bahkan, 9 dari 10 petani sangat membutuhkan dana untuk usaha. Tetapi mereka kesulitan mendapatkan dana. Sehingga, kita berinisiatif untuk menghadirkan platform ini, sehingga bisa membantu mereka untuk mendapatkan modal usaha,” ujar Yohanes.


Yohanes menjelaskan, kehadiran platform Crowde bertujuan untuk memudahkan para investor untuk berinvestasi secara langsung kepada petani. Demikian pun petani, bisa lebih mudah mendapatkan modal untuk berusaha.


“Disini kami mewadahi antara investasi dan peminjam kepada peternak, petani dan nelayan. Mereka dapat memilih apa saja yang bisa mereka invetasikan,” ujar Yohanes.


Aplikasi Crowde sendiri menyediakan tiga kategori utama yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, dan nelayan. Ketiga kategori tersebut menyediakan 10 komoditi utama, yaitu, sapi, bebek, domba, cabai, kentang, padi, wortel, udang, ubi jalar, dan ayam broiler.


“Aplikasi ini merupakan aplikasi yang sangat merakyat, dapat menyentuh level yang paling bawah. Dengan modal Rp 10 ribu saja, kita sudah bisa berinvestasi. Demikian pun petani, sudah lebih mudah untuk mendapatkan modal usaha,” jelas Yohanes.


Hingga saat ini, Crowde sudah menjangkau sebanyak 32 kota di seluruh Indonesia, dan ditargetkan tahun ini akan menjangkau lebih banyak lagi wilayah di Indonesia, yaitu sebanyak 276 desa, dan juga kan menjalin kerjasama dengan Koperasi, peyedia pupuk, pestisida, maupun stakeholder yang berkaitan dengan agriculture. (man)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA