Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Tak Sekadar Memanjakan Lidah

Minggu, 20 September 2015 | 13:06 WIB

Di Bengawan Solo Resturant, Grand Sahid Jaya, pecinta kuliner kini tidak hanya dimanjakan lidah dan dipuaskan perutnya. Restoran ini juga mengutamakan penyajian yang unik dari berbagai kuliner Nusantara.

 

Memasuki Bengawan Solo Restaurant, kita akan langsung dibawa ke suasana vintage dengan dominasi interior yang ber warna putih. Semakin ke tengah, pengunjung akan menemukan kentalnya nuansa Nusantara dengan hadirnya beragam wayang yang tersusun rapi.

 

Di beberapa sudut dinding, terdapat pula lukisan tokoh Punakawan dengan gaya yang modern. Suasana Nusantara makin kental dengan kehadiran pramusaji perempuan yang memakai pakaian tradisional berupa kebaya. Selanjutnya, pengunjung disuguhi hidangan yang tidak hanya lezat, tapi juga memiliki penampilan dan cara penyajian yang unik.

 

Pertama, kita akan disambut dengan hadirnya air putih yang disajikan memakai kendi (tempat air minum dari gerabah). Uniknya, para pramusaji di restoran ini mampu mengisi gelas dengan air minum hanya dengan satu tarikan tanpa jeda.

 

Penyajian hidangan dilanjutkan dengan hadirnya sosis Solo yang menjadi hidangan pembuka. Ketika garpu dan sendok siap di tangan, pelayan segera menyodorkan botol mungil yang sekilas mirip botol parfum. Botol tersebut ternyata berisi chili oil alias sambal cair yang bisa disemprotkan ke sayuran atau sosis.

 

Penyajian unik lainnya juga hadir ketika menu gado-gado yang diperlakukan layaknya salad. Di hadapan pengunjung restoran, pelayan mencampur beragam sayuran yang terdiri atas potongan kacang panjang, selada, kubis, tauge, dan tempe. Memakai centong kayu, sayuran serta bumbu kacang diaduk merata dalam mangkuk plastik berukuran sedang.

 

Masuk ke makan tahap selanjutnya, menu utama disuguhkan dalam beragam pilihan. Ada lebih dari 40 menu masakan yang disuguhkan yang bisa menjadi pilihan pengunjung. Salah satu menu yang menjadi favorit adalah Nasi Goreng Bengawan Solo, yang tergolong menu laris.

 

Dengan penyajian mengggunakan wadah penggorengan, nasi goreng tampil dengan dihiasi empat tusuk sate beraneka jenis, yaitu sate udang, sate kambing, sate sapi maranggi, dan sate ayam Madura. Dalam daftar menu utama, Bengawan Solo Resturant tidak hanya menyajikan makanan khas Solo, tetapi juga berasal dari Sabang hingga Merauke.

 

Satu di antaranya, restoran ini menyediakan rending Padang. Sebagai hidangan penutup, berbagai pilihan es krim yang dibuat sendiri menjadi salah satu menu yang wajib dicoba. Dengan pilihan rasa grean tea, cinamon, banana, dan manggo, hidangan tersebut disajikan dengan dua mangkuk bersusun dua. Uniknya, asap keluar dari es krim yang disiram air hangat di dasar mangkuk.

 

Uap yang menggumpal-gumpal tersebut belum mau sirna ketika es krim kayu manis telah tersaji di meja makan. Tidak sampai di situ, es krim tersebut dicampur dengan gula Jawa yang membuat sensasinya berbeda dengan es krim pada umumnya.

 

Bagi pengunjung yang lebih ingin kongko tanpa bersantap berat, Bengawan Solo Restaurant menyajikan beberapa menu kudapan yang tak kalah lezat dan menarik. Andalannya adalah cinnamon experience. Pada hidangan tersebut tersaji pisang goreng, nangka goreng, ice cream cinamon, dan balutan coklat.

 

Hidangan Autentik

PR Manager Sahid Hotel Jakarta Erwina Lemuel mengatakan, walaupun tampil lebih modern, masakan yang disajikan tetap autentik hidangan asli dari Indonesia. Bedanya, hanya pada cara penyajian dan penampilannya yang modern dan tetap mengikuti perkembangan zaman.

 

Hal tersebut dilakukan karena saat ini pecinta kuliner tidak hanya mencari kelezatan yang bisa memuaskan lidah dan mengenyangkan perut. Karena itu, penampilan dan cara penyajiannya juga dibuat unik.

 

“Saat ini, banyak pengunjung yang memilih untuk memfoto dulu makanannya sampai puas, baru setelah itu, mereka menyantapnya,” ungkap dia di Jakarta, belum lama ini.

 

Selain itu, ornamen dan interior yang diaplikasikan di Bengawan Solo Resturant tetap mengangkat budaya Indonesia. Namun, semuanya telah dikemas dengan cara yang lebih modern. Hal tersebut dihadirkan di tengah keunikan dari lukisan tokoh-tokoh Punakawan yang dilukis dalam berbagai aktivitas yang modern. Keempat tokoh Punakawan dianggap mampu menjadi simbol keragaman budaya serta cita rasa hidangan Indonesia yang autentik dan terkenal kaya rempah.

 

“Jadi, hampir seluruh aksen serta aksesori yang terdapat di dalam resto ini seakan tak pernah lepas dari konsep perpaduan budaya tradisional dengan perkembangan zaman yang dinamis,” pungkas Erwina. (*)

BAGIKAN