Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani di kebun sawit. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Petani di kebun sawit. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Tingkatkan Konsumsi Sawit Domestik

Damiana Simanjuntak dan Tri Listiyarini, Jumat, 15 Maret 2019 | 12:58 WIB

JAKARTA- Indonesia harus konsisten menggenjot konsumsi minyak sawit domestik sebagai antisipasi apabila kebijakan antisawit benar-benar diterapkan oleh Uni Eropa (UE). Salah satu strategi yang bisa ditempuh pemerintah untuk menggenjot konsumsi minyak sawit di dalam negeri adalah mempercepat program pemanfaatan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk biofuel atau bahan bakar nabati (BBN).

Selain menggenjot konsumsi minyak sawit di pasar domestik, Indonesia harus melakukan perlawanan melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), sekaligus melakukan diversifikasi pasar ekspor minyak sawit dengan membidik negara-negara Afrika dan Asia Tengah.

Pada Rabu (13/3), Komisi Eropa memutuskan untuk melarang penggunaan bahan bakar kendaraan yang berasal dari minyak sawit. Alasannya, budidaya tanaman kelapa sawit telah mengakibatkan deforestasi berlebihan.

Komisi Eropa juga telah menerbitkan sejumlah kriteria guna menentukan tanaman atau komoditas yang menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan. Kriteria-kriteria itu dibuat sebagai bagian dari upaya Komisi Eropa untuk membuat undang-undang (UU) baru di UE yang bertujuan meningkatkan pangsa energi terbarukan menjadi 32% pada 2030.

Komisi Eropa merancang peraturan atau UU baru berupa Delegated Regulation Supplementing Directive 2018/2019 of the Europe Union (EU) Renewable Energy Directive (RED) II. Rancangan peraturan tersebut bertujuan membatasi dan secara efektif melarang sama sekali penggunaan biofuel berbasis kelapa sawit di UE melalui penggunaan konsep Indirect Land Use Change (ILUC). (bersambung)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN