Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Garibaldi Thohir, Presiden Direktur dan CEO PT Adaro Energy Tbk Foto: Investor Daily/UTHAN

Garibaldi Thohir, Presiden Direktur dan CEO PT Adaro Energy Tbk Foto: Investor Daily/UTHAN

Trada Teken Kerja Sama dengan Anak Usaha Adaro

JM, Selasa, 7 Mei 2019 | 15:04 WIB

JAKARTA – PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Alam Tri Abadi. Kesepakatan ini berkaitan dengan kerja sama pengembangan logistik dan infrastruktur pertambangan di Kalimantan.

“Setelah ini, Trada akan segera melakukan persiapan untuk pengoperasian logistik dan infrastruktur pertambangan tersebut,” kata Direktur Utama Trada Alam Minera Soebianto Hidayat dalam keterangan tertulis, Senin (6/5).

Penandatanganan kesepakatan kerja sama itu dilakukan pada 2 Mei 2019. Ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan dengan Adaro Group sebelumnya. Selanjutnya, Trada melalui anak usahanya akan menangani keperluan logistik dan infrastruktur dari PT Tri Alam Abadi.

Pembangunan sarana logistik dan infrastruktur tersebut akan memakan waktu selama dua hingga empat tahun. “Diharapkan dengan ini para pihak bisa meningkatkan kapasitas produksi dari tambang batu bara yang ada di Kalimantan,” jelas dia.

Sementara itu, Adaro Energy selaku induk usaha Tri Alam Abadi akan membagikan dividen final tahun buku 2018 sebesar US$ 200 juta atau setara 47,87% dari laba bersih tahun lalu. Nilai dividen tersebut turun 20% dibanding dividen tahun sebelumnya yang mencapai US$ 250 juta.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, perseroan telah membagikan dividen interim sebanyak US$ 75 juta pada 15 Januari 2019. Sesuai rencana, sisa laba bersih akan disisihkan sebagai cadangan atau laba ditahan.

“Meski mengalami penurunan laba bersih pada tahun lalu, perseroan tetap berkomitmen membagikan dividen tunai kepada pemegang saham,” jelas dia, baru-baru ini.

Sebagai informasi, laba bersih Adaro menurun 13,57% menjadi US$ 417,72 juta pada tahun lalu dari tahun sebelumnya US$ 483,3 juta. Namun, perseroan mencatat kenaikan pendapatan 11,04% dari US$ 3,26 miliar pada 2017 menjadi US$ 3,62 miliar pada 2018.

Adapun untuk menyiasati pelemahan harga batu bara, Adaro giat mengejar produksi batu bara jenis coking coal. Tahun ini, Adaro menargetkan produksi coking coal hingga 4 juta ton, yang berasal dari tambang dalam negeri dan tambang Kestrel yang diakuisisi perseroan tahun lalu.

Direktur Produksi Adaro Energy Chia Ah Hoo menjelaskan, perusahaan membidik total produksi sebanyak 54 hingga 56 juta ton batu bara tahun ini. Jumlah tersebut tak hanya batu bara berkalori rendah dan menengah, tapi juga termasuk produksi batu bara berkalori tinggi.

“Perseroan akan memproduksi coking coal dari sumber tambang di Kalimantan Tengah dan Australia. Tapi ini memang lapangan baru, jadi kami perlu waktu. Untuk tahun ini kami coba untuk bisa kejar produksi 4 juta ton,” ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN