Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Trump Sanjung Asia

Selasa, 14 November 2017 | 11:35 WIB

Sementara itu, Presiden Amerka Serikat (AS) Donald Trump menyanjung prestasi perdagangan yang dicapainya selama melakukan lawatan ke lima negara di Asia. Dia juga berjanji mengungkapkan langkah-langkahnya yang jauh lebih besar pada saat kembali ke Washington.

Dalam kesempatannya menghadiri KTT Asean bersama beberapa pemimpin negara lain, Trump mengaku akan menyampaikan kabar baik tersebut begitu kembali ke Gedung Putih, Rabu (15/11).

“Kami telah membuat banyak kemajuan besar dalam perdagangan. Kami memiliki defisit dengan hampir semua. Defisit tersebut akan dipangkas dengan sangat cepat dan sangat substansial,” ujar Trump kepada wartawan.

Trump juga mengungkapkan, negaranya telah membuat beberapa langkah yang sangat besar terkait perdagangan. Dalam lawatan Trump ke Asia, perusahaan-perusahaan AS telah mencapai kesepakatan bisnis senilai US$ 300 miliar, termasuk dengan Tiongkok yang mencapai US$ 250 miliar.

Para pengamat mengungkapkan bahwa pencapaian konkret yang diperoleh Trump selama lawatannya ke Asia masih sedikit karena hanya memperoleh kesepakatan perdagangan sebesar US$ 250 miliar di Beijing, dan masih belum diketahui kapan kesepakatan itu direalisasikan.

Analisis Bloomberg News menyebutkan ada sekitar 15 kesepakatan yang dicapai, yang mana kebanyakan berupa nota kesepahamanan (MoU) yang tidak mengikat. MoU itu pun kebanyakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk direalisasikan.

Mengurangi defisit perdagangan tinggi AS dengan Tiongkok sebesar US$ 350 miliar merupakan bagian penting dari janji yang disampaikan Trump dalam kampanye pemilihan presiden yang mengusung slogan “Membuat Amerika Hebat Lagi” dan membawa lapangan kerja kembali ke kawasan industri.

Sebelumnya, presiden AS ke-45 itu sering mengungkapkan kekecewaannya terhadap kesepakatan perdagangan internasional yang dianggapnya tidak adil serta kurangnya rasa hormat kepada Amerika dan para pemimpinya.

Namun saat berdiri di samping Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, dia mengatakan bahwa semuanya berubah.

“Cara mereka memperlakukan kami, rasa hormat yang diberikan bahwa Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan telah memperlakukan kami dengan rasa hormat yang besar bagi rakyat negara kami, warga negara Amerika Serikat. Dan kami sangat menghargainya, saya akan katakan itu. Saya pikir tidak ada yang namanya keistimewaan, seperti yang mungkin pernah diterima. Dan itu benar-benar pertanda hormat. Bagi saya mungkin sedikit, tapi tulus bagi negara kami,” jelas dia.

Selama di berada di Tokyo, Seoul, dan Beijing, Trump menerima pujian, yang mana menurut kalangan analis hanya merupakan strategi sanjungan yang diberikan dengan sengaja. (afp/pya/b1/jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN