Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Poernama Prijatna

Poernama Prijatna

Kelompok Milenial Butuh Sosok Pemimpin yang Memiliki Empat Dimensi

Senin, 11 Oktober 2021 | 20:11 WIB
F Rio Winto

JAKARTA, investor.id - Kelompok milenial membutuhkan sosok kepemimpinan yang memiliki empat dimensi, yaitu intelektual, motivasional, personal, dan digital. Keempat dimensi tersebut adalah ciri yang diperlukan untuk menginsirasi para milenial.

“Bisa disebut juga sebagai kepemimpinan inspirasional. Pertama, kepemimpinan dengan dimensi intelektual. Siapa yang tidak mengenal Elon Musk. Studi yang dilakukan di Amerika menempatkan CEO Space-X ini sebagai sosok pemimpin milenial ideal mereka. Musk dinilai menginspirasi karena menguasai data dan informasi dengan baik, mampu membicarakan hal-hal yang kompleks dengan gamblang dan bahasa yang sederhana serta mudah dipahami,” ujar Poernama Prijatna, trainer profesional dan juga penulis buku leadership yang berjudul Team in You dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Senin, 11 Oktober 2021.

Dengan kata lain, kata Poernama, pemimpin inspirasional dicirikan sebagai sosok yang memiliki pengetahuan luas dan dapat mengomunikasikan ide untuk dieksekusi pada tataran teknis. Dalam menjalankan fungsinya, penting bagi para milenial untuk mendapatkan alasan kuat ketika mereka perlu melakukan hal tersebut.

Kedua, kata Poernama, adalah dimensi motivasional. Pemimpin inspirasional akan lebih disukai oleh karyawan milenial ketika mereka mampu menumbuhkan optimisme tentang masa depan.

“Mengajak anggota tim berdiskusi mengenai sebuah gagasan dan melibatkan mereka dalam mengambil keputusan adalah cara yang paling tepat untuk menumbuhkan semangat anggota tim untuk terus berkreasi. Pendekatan ini cocok dengan karakteristik milenial yang optimis serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi,” tutur Poernama yang memiliki akun instagram @poernamaprijatna.

Ketiga, menurut Poernama, adalah dimensi personal. Komunikasi yang lebih personal dan tidak kaku adalah ciri milenial untuk menunjukkan bahwa hirarki dalam organisasi bukan hal penting. Dimensi personal dalam kepemimpinan akan memudarkan jarak antara atasan dan bawahan.

Dan, keempat, kata Poernama, adalah dimensi digital. Untuk melengkapi kepemimpinan inspirasional yang ramah milenial, keterlibatan teknologi adalah syarat mutlak. Pendekatan ini dinilai sangat efektif. Sebab, mereka sebagian besar dianggap ahli teknologi dan sangat digital savvy.

“Bagi mereka apa perlunya meeting tatap muka berjam-jam jika bisa dilakukan secara virtual?. Sehingga para pemimpin inspirasional akan menciptakan lingkungan kerja yang didukung teknologi yang dinilai lebih efektif dan efisien,” jelas Poernama.

Menurut hasil sensus penduduk Indonesia yang diterbitkan Badan Pusat Statistik pada Januari 2021, saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,20 juta jiwa yang didominasi oleh usia produktif sebanyak 70,72%. Dari total jumlah penduduk Indonesia tersebut, 25,87% adalah milenial dan 27,94% adalah gen-Z. Milenial adalah mereka yang lahir pada rentang tahun 1981–1996 dan Gen-Z adalah mereka yang lahir pada rentang tahun 1997–2012.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN