Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Maureen Tseng, general manager Hoffman Agency untuk wilayah Singapura dan Indonesia. ( Foto: Istimewa )

Maureen Tseng, general manager Hoffman Agency untuk wilayah Singapura dan Indonesia. ( Foto: Istimewa )

Maureen Tseng Pimpin Hoffman Agency Singapura dan Indonesia

Sabtu, 14 Mei 2022 | 00:06 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Hoffman Agency, perusahaan public relations global, menunjuk Maureen Tseng sebagai general manager di wilayah Singapura dan Indonesia untuk mempertajam fokus di wilayah Asia Tenggara, dan memperluas layanan Komunikasi Pemasaran Terpadu atau Integrated Marketing Communications (IMC) di kawasan ini. Hoffman Agency juga sedang membentuk tim operasional di Asia Tenggara guna mengelola bisnis regional, yang akan diawasi oleh Tseng.

Sebagai informasi, Tseng telah menjabat sebagai general manager Hoffman Agency Singapura sejak 2018. Ia bergabung dengan Hoffman selama lebih dari 25 tahun dan merupakan karyawan pertama di Asia. Dengan memimpin wilayah Indonesia dan hub Asia Tenggara yang berbasis di Singapura, Tseng akan bertanggung jawab langsung dalam mengelola salah satu pasar utama dengan pertumbuhan tinggi bagi Hoffman.

Baca Juga: Pengamat Sebut Tiga Faktor yang Berpengaruh pada Perluasan Akses Telekomunikasi di Daerah 3 T

Ada pun tim operasional di Asia Tenggara meliputi Akansha Rai dan Clarence Lim, yang masing-masing ditunjuk sebagai senior account director dan account director untuk Asia Tenggara. Tim ini akan berupaya mengembangkan layanan IMC Hoffman Agency di seluruh kawasan Asia Tenggara, dengan memanfaatkan model P&L tunggal untuk memobilisasi sumber daya dari seluruh jaringan di kawasan ini sesuai kebutuhan. Upaya tersebut turut mengiringi penunjukan Caroline Hsu baru-baru ini sebagai chief global officer.

“Model ini adalah cara kami untuk berkembang dan mengakselerasi layanan kami kepada klien yang ingin memberikan dampak di kawasan yang dianggap sedang memiliki pertumbuhan tercepat di dunia,” ujar Tseng dalam keterangan tertulis, Jumat (13/5).

Baca Juga: Masuk Tim Jubir Presidensi G20, Maudy Ayunda Terapkan Komunikasi Formal dan Medsos 

Dia menambahkan bahwa para klien global dan regional, mulai dari perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 hingga startup, telah bekerja sama dalam pertumbuhan Asia Tenggara.

“Model P&L tunggal kami memberikan fleksibilitas yang tidak biasa luar biasa untuk membantu perusahaan-perusahaan meningkatkan pangsa pasar, dan memasuki pasar baru terlepas dari tahapan perusahaan mereka saat ini. Tim Asia Tenggara kami yang berdedikasi akan membantu Hoffman Agency dalam melayani klien kami dengan lebih efektif di kawasan ini,” kata Tseng.

Solusi Permasalahan Bisnis

Sebagai spesialis di bidang teknologi, Hoffman Agency – yang berkantor pusat di Silicon Valley – melihat adanya kebutuhan yang terus meningkat di Asia Tenggara akan layanan IMC untuk memecahkan permasalahan bisnis. Kawasan ini mengalami digitalisasi yang sangat cepat, bahkan nilai ekonomi digital diperkirakan melebihi US$ 360 miliar pada 2025, dan 40 juta pengguna internet baru yang semakin aktif pada 2021 meningkatkan penetrasi internet menjadi 75%.

Asia Tenggara juga semakin berfungsi sebagai pusat perdagangan global, dengan berbagai bisnis yang agresif berinvestasi di kawasan ini untuk diversifikasi rantai pasokan dan meredakan tantangan geopolitik. Meski demikian, banyak agensi yang kesulitan dalam mengkapitalisasi peluang pan-regional karena terlalu memprioritaskan pasar tertentu atau mengandalkan afiliasinya, yang dapat mengakibatkan layanan menjadi tidak konsisten.

Baca Juga: Percepat UMKM Adopsi Teknologi Digital, Menkominfo Dorong Kolaborasi 13 Kawasan Prioritas

Tahun lalu, Hoffman meresmikan layanan IMC-nya di kawasan Asia Pasifik. Didukung dengan metodologi paten, Blueprint, yang menyalurkan bisnis humas melalui kaca mata komunikasi terpadunya dan membantu para konsultan berpikir layaknya CMO, dengan menghubungkan titik-titik kontak lainnya di luar cakupan agensi humas tradisional.

Hoffman Agency berfokus dalam membantu perusahaan-perusahaan mengatasi lima tantangan bisnis utama. Upaya-upaya tersebut mencakup branding dan rekrutmen perusahaan; membangun brand influence untuk mengubah persepsi pasca transformasi atau memperoleh posisi di area baru; mendukung penggalangan dana untuk memungkinkan pertumbuhan bisnis; mendukung ekspansi internasional dan masuk ke pasar tertentu; dan menjalankan kampanye multimarket.

Baca Juga: Beberapa Trik Digital Marketing yang Mudah Ditiru

Karakteristik selanjutnya yang membuat Hoffman Agency menonjol di sektor agensi adalah penekanannya pada pengembangan bakat lokal dan penggabungan wawasan lokal yang mendalam dengan praktik dan pengalaman global untuk memberikan hasil terbaik bagi klien Asia dan global. Sebuah jaringan multinasional Amerika yang berbasis di San Jose, dengan kepemimpinan di Asia Pasifik yang sepenuhnya lokal.

“Asia Tenggara adalah bagian penting dari rencana pertumbuhan kami dan kami melihat peluang besar di sini berdasarkan ambisi dan tantangan dari perusahaan teknologi multinasional dari Barat dan ekosistem teknologi lokal yang dinamisKemandirian, model P&L tunggal dan keterhubungan global kami, bersama dengan keahlian Maureen di kawasan ini, menempatkan kami secara khusus untuk membantu klien di bidang teknologi dalam memaksimalkan peluang mereka di kawasan ini,” demikian penjelasan Hsu.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN