Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasi tumpeng bukan sekadar kuliner. Nasi tumpeng memiliki filosofi yang bisa ditemukan dalam setiap lauk yang ada di dalamnya.

Nasi tumpeng bukan sekadar kuliner. Nasi tumpeng memiliki filosofi yang bisa ditemukan dalam setiap lauk yang ada di dalamnya.

Mengungkap Filosofi Jenis Lauk di Nasi Tumpeng

Senin, 20 Juni 2022 | 21:13 WIB
F Rio Winto (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Nasi tumpeng bukan sekadar kuliner. Nasi tumpeng memiliki filosofi yang bisa ditemukan dalam setiap lauk yang ada di dalamnya.

Nasi tumpeng yang berbentuk kerucut dikaitkan dengan gunung yang berarti tempat rena yang dinilai sakral oleh masyarakat Jawa. Nasi tumpeng dinilai memilii kaitan yang erat dengan langit dan surga. Nasi yang menjulang ke atas ini merupakan harapan agar kehidupan masyarakat dapat meningkat.

 “Dalam Kitab Tantupanggelaran, yaitu kitab dari zaman Majapahit diceritakan saat Pulau Jawa berguncang. Batara Guru dalam konsep Hindu menugaskankan membawa Puncak Mahameru India untuk menstabilkan Pulau Jawa dan jadilah Gunung Semeru di Jawa Timur," jelas pengajar Sastra Jawa di Universitas Indonesia Dr Ari Prasetiyo, S.S., M.Si dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Senin 20 Juni 2022.

Manusia, kata Dr Ari, memahami konsep Ketuhanan sebagai sesuatu yang besar dan tinggi serta berada di puncak. Karena itu, manusia juga percaya para dewa berada di Puncak Mahameru.

“Nasi tumpeng ini kemudian menjadi representasi dari puncak gunung atau konsep ketuhanan. Itulah makna dari bentuk nasi tumpeng yang mengerucut dan menjulang tinggi secara vertikal,” jelas Dr Ari.

Kemudian, jenis lauk nasi tumpeng, kata Dr Ari, juga memiliki filosofi sendiri. Lauk nasi tumpeng biasanya diletakkan secara horisontal.

Peletakan secara horisontal merupakan lambang hubungan manusia dengan sesamanya. Sementara itu, keragaman lauk pauk, menurut Ari, menjadi lambang kehidupan dunia yang kompleks.

“Dalam konsep Jawa dikenal ungkapan sangkan paraning dumadi yang berarti tahu dari mana dan akan ke mana segala makhluk. Kemudian, mulih ing mulanira yang berarti kembali ke asalnya,” kata Dr Ari.

“Agar kembali ke Tuhan atau kaitannya dengan konsep surga dan neraka, manusia harus berbuat baik dan berhati-hati dalam hidup di dunia yang penuh carut-marut seperti lambang dari lauk-pauk nasi tumpeng,” kata dia.

Filosofi Menu Makanan

Filosofi pada nasi tumpeng sendiri bisa ditemukan pada menu makanannya. Ada lima bahan makanan yang memiliki filosofi.

Pertama, nasi yang memiliki harapan untuk hidup lebih baik. Nasi adalah bahan dasar pada nasi tumpeng. Selain sebagai fondasi utama pada tumpeng, nasi pada tumpeng juga punya makna filosofis. Makna tersebut tidak lain adalah sebagai simbol untuk harapan hidup lebih baik. Bahan tumpeng itu juga bermakna agar setiap manusia harus mendapatkan rezeki dengan cara halal.

Kedua, telur rebus yang memiliki arti setiap tindakan harus selalu direncanakan. Dalam nasi tumpeng, tersedia berbagai macam lauk-pauk, salah satunya adalah telur rebus. Ada yang menyajikannya tanpa diberi bumbu dan ada yang diolah menjadi semur telur.

Telur rebus pada nasi tumpeng mempunyai makna yang sama, yaitu setiap manusia harus merencanakan tindakannya terlebih dulu supaya selamat dan sukses.

Ketiga, ayam bumbu kuning dengan makna simbol pelindung dari berbagai sifat buruk. Selain telur, lauk lain yang harus ada pada nasi tumpeng adalah ayam bumbu kuning.

Secara filosofis, lauk satu ini dimaknai sebagai simbol pelindung dari berbagai sifat buruk, seperti sombong, arogan, dan angkuh. Lauk ini juga bermakna kalau setiap manusia harus beribadah dengan khusuk.

Keempat, adalah ikan teri yang bermakna gotong-royong. Ikan teri adalah jenis ikan yang paling sering digunakan dalam nasi tumpeng. Dalam filosofi nasi tumpeng, ikan teri menggambarkan simbol gotong-royong yang harus selalu dijunjung tinggi manusia. Makna itu selaras dengan ikan teri yang sering disajikan dalam jumlah banyak dalam satu tumpeng.

Kelima, adalah urap yang bermakna kehidupan yang tentram, kreativitas, dan sebagainya. Tidak hanya protein hewani, nasi tumpeng juga mempunyai lauk berprotein nabati berupa urap. Lauk ini terdiri atas berbagai macam sayur. Setiap sayur mempunyai makna filosofis masing-masing.

Bayam bermakna sebagai kehidupan yang tentram, khususnya kehidupan rumah tangga. Tauge bermakna kreativitas dan pertumbuhan. Kangkung memiliki makna setiap orang harus beradaptasi dalam setiap situasi. Kacang panjang memiliki makna kurang lebih sama dengan telur rebus.

Selain sayur-sayurnya, bumbu kacang urap pada nasi tumpeng juga punya makna, yaitu setiap manusia harus menafkahi keluarganya dengan rezeki yang baik.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN