Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Makanan Tradisional Gudeg

Makanan Tradisional Gudeg

Dukung Indonesia Jadi Barometer Tren Sektor Kuliner

Indah Handayani, Rabu, 10 Juli 2019 | 21:46 WIB

JAKARTA, investor.id - Pameran kuliner dan hotel terbesar di Indonesia, Food & Hotel Indonesia (FHI), kembali digelar di JlExpo Kemayoran, Jakarta, 24-27 Juli 2019. Pameran ini bertujuan untuk mendukung Indonesia menjadi barometer tren di sektor kuliner dan perhotelan.

Sales Director Pamerindo, selaku penyelenggara FHI, Wiwiek Roberto mengatakan, pameran ini menghubungkan lebih dari 1.300 produsen dan pemilik bisnis dengan lebih dari 41 negara dengan para end user. Merek-merek terkemuka dalam dunia kuliner dan perhotelan pun berpartisipasi, di antaranya Diamond, Twinings, Mulwarra Export, Amroon, Nuova Simonelli, illy Coffee, Supresso Coffee, Dilmah, Riedel, Hatten Wines, Bahana Genta Viktory, David Roy lndonesia, Lady Americana, Nestle Indonesia, King Koil, Cooking Systems, Restomart Cipta Usaha, Saint James, lndoguna.

“Kami membuka peluang partner bisnis lewat negosiasi langsung selama pameran. Kami berkomitmen mendukung percepatan bisnis yang berkelanjutan, sekaligus membawa sektor-sektor andalan agar bersinar di kancah global,” ungkap Wiwiek di sela konferensi pers FHI 2019 di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Wiwiek menambahkan, pameran ini mendapatkan respon luar biasa dari para peserta yang akan berkunjung. Hal itu berdasarkan pre register pengunjung yang telah mendaftar secara online. Tercatat 16 hari sebelum pameran, sudah tercatat sebanyak 13.765 orang perserta. Apabila dibandingkan dengan tahun lalu dengan waktu yang sama hanya mencapai enam ribu orang saja.

“Untuk pameran ini, kami menargetkan dikunjungi 30 ribu orang pengunjung. Hingga saat ini, angka pre register sudah setengahnya dan kami optimistis target itu akan tercapai,” papar dia.

Stefu Santoso, Chairman of Association of Culinary Professional (ACP), mengatakan perkembangan kuliner dan perhotelan di Indonesia sangat jauh berkembang belakangan ini. Namun, perkembangan kuliner Indonesia jauh lebih berkembang ketimbang perhotelan. Mengingat banyak orang yang lebih banyak mencari info mengenai kuliner lokal dan unik. Terlebih pada kuliner daerah yang belum banyak terekspos. Meski demikian, pertumbuhan kuliner sangat bersimbisiosis dengan perhotelan.

“Sebab, saat para wisatawan datang ke daerah mereka pun tentunya mencari penginapan,” jelas dia.

Pada 2018, sektor makanan dan minuman di Indonesia telah tumbuh sebesar 7,91%, menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di sektor ini. Kopi spesial lndonesia telah meningkatkan posisinya di dunia, hingga kini lndonesia diakui sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Teknologi Baru

Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), A. Syafrudin menambahkan, kopi Arabika merupakan kopi dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia, berkat dukungan penuh dari teknologi baru. “Kami hadirkan terobosan mesin kopi dengan tujuan untuk mengoptimalkan standar kopi spesial di Indonesia. Terobosan ini termasuk mesin roasting kopi, espresso, hingga peralatan manual brewing. Mengingat standar konsumen Indonesia yang tinggi terhadap kualitas kopi spesial, teknologi ini akan meningkatkan pertumbuhan ekspor di Indonesia secara signifikan,” ujar A. Syafrudin.

Wiwiek menambahkan dengan tujuan mengedukasi masyarakat, Food & Hotel Indonesia 2019 menyelenggarakan sesi seminar, mengundang asosiasi terkemuka sebagai pembicara. Topik-topik yang akan diangkat, di antaranya Produk Halal Indonesia Menuju Tren Pasar Global yang dibawakan oleh Masyarakat Standardisasi (MASTAN) bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI), serta topik mengenai Kemasan dan Branding dalam Menghadapi Industri 4.0 oleh Federasi Pengemasan Indonesia (FPI).

“Ada pula berbagai kompetisi kuliner tingkat dunia, di antaranya Indonesia Roasting Competition, Tea Master Cup Indonesia, dan The 12th Salon Culinaire,” kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN