×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rapat koordinasi wayang nusantara oleh SENA WANGI, Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), Asean Puppetry Association (APA), Union Internationale de la Marionnette (UNIMA) Indonesia, Persatuan Wayang Orang Indonesia (PEWANGI), lembaga Pemerintah, sanggar-sanggar, dan komunitas wayang lainnya.

Rapat koordinasi wayang nusantara oleh SENA WANGI, Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), Asean Puppetry Association (APA), Union Internationale de la Marionnette (UNIMA) Indonesia, Persatuan Wayang Orang Indonesia (PEWANGI), lembaga Pemerintah, sanggar-sanggar, dan komunitas wayang lainnya.

Film Animasi Dorong Generasi Milenial Suka Wayang

mardana, Rabu, 20 Februari 2019 | 00:26 WIB

Jakarta - Dunia pewayangan saat ini menghadapi tantangan besar untuk menjangkau generasi muda. Perlu strategi penyesuaian agar wayang tetap bisa dinikmati khalayak luas, khususnya generasi milenial.
 
“Wayang merupakan jati diri bangsa Indonesia,” kata pakar dan pengamat wayang dunia Y.Soedarko Prawiroyudho di sela Rapat Koordinasi Organisasi Pewayangan Indonesia di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta Timur, Selasa (19/2).
 
Rapat dihadiri oleh pimpinan dan pengurus SENA WANGI, Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), Asean Puppetry Association (APA), Union Internationale de la Marionnette (UNIMA) Indonesia, Persatuan Wayang Orang Indonesia (PEWANGI), lembaga Pemerintah, sanggar-sanggar, dan komunitas wayang lainnya.
 
Menurut Y.Soedarko, ada banyak nilai-nilai dalam pewayangan yang membentuk jati diri bangsa Indonesia. “Salah satunya gotong royong, plural, egaliter, dan pemaaf. Memberi maaf itu nilai paling tinggi dalam pewayangan,” ungkap Soedarko yang menyebut pada 1985 jumlah penyuka wayang mencapai 47 juta orang.
 
Masalahnya, kata Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia (Peppadi) Kondang Sutrisno, wayang cukup berat bagi anak muda. “Karena itu, perlu penyesuaian, antara lain penyesuaian waktu pertunjukkan yang tidak harus digelar semalam suntuk. Wayang bisa digelar dalam waktu singkat sekitar 2-3 jam tanpa menghilangkan inti pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton,” kata Kondang.
 
Untuk menarik minat generasi milenial, tambah Ketua Bidang Humas dan Kemitraan Sekretarian Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi) Eny Sulistyowati, pengembangan ke depan juga bisa diarahkan agar wayang menjadi fondasi dari produk seni kreatif yang tengah digandrungi. “Seperti misalnya wayang dibuat film, animasi, musik, fesyen, game aplikasi, karya desain grafis, dan sebagainya,” tambah Eny.
 
Cerita Mahabarata, lanjut Eny, bisa dijadikan film cerita berseri. Sementara itu, tokoh-tokoh pewayangan pun bisa dijadikan inspirasi dalam karya fesyen. “Minimal anak muda bisa mengenal karakter dalam pewayangan," ucap Eny.
 
Karakter-karakter baik dalam pewayangan setidaknya dapat mencegah generasi milenial tersangkut narkoba. Di acara ini juga sekaligus dilakukan nota kesepahaman antara Sena Wangi dengan BNN untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba melalui wayang.
 
Suparmin Sunjoyo, ketua Sena Wangi optmistis ke depan wayang akan semakin diminati anak muda. Apalagi Pemerintah melalui Keppres Nomor 30 Tahun 2018 tanggal 17 Desember 2018 telah menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional.
 
"Kita ingin wayang bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hari besar pewayangan itu bisa menjadi momentum pengembangan pewayangan," kata Suparmin, mantan duta besar Indonesia untuk Suriname.(
BAGIKAN