Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pianis Joey Alexander dan CEO Ayo Blajar Nadhira Afifa memaparkan karyanya dalam talkshow

Pianis Joey Alexander dan CEO Ayo Blajar Nadhira Afifa memaparkan karyanya dalam talkshow "Jadi Kebanggaan Bangsa Lewat Inovasi dan Karya" yang digelar secara online, Sabtu (12/9/2020)

Joey Alexander dan Nadhira Afifa Terus Berkarya di Masa Pandemi

Sabtu, 12 September 2020 | 16:38 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Pandemi Covid-19 tak menghentikan langkah anak-anak muda Indonesia untuk berkaya. Salah satunya adalah pianis Joey Alexander dan CMO Ayo Blajar dr.Nadhira Afifa. Keduanya berbagi pengalaman berkarya di masa pandemi dalam talkshow bertema “Jadi Kebanggaan Bangsa Lewat Inovasi dan Karya” yang digelar secara online, Sabtu (12/9/2020), Acara ini merupakan bagian dari program Infest (Inclusive Fesival) yang digelar Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

 

“Selama pandemi, saya masih ikut konser piano secara virtual. Ini penglaman luar biasa bagi saya, meskipun virtual tapi saya masih bisa sharing musik dengan penonton,” kata Joey Alexander, penerima Grammy Award pertama asal Indonesia pada 2016 dalam usia 11 tahun.

 

 

Pengalaman Nadhira lain lagi. Di awal pandemi, Nadhira yang baru saja menyelesaikan program magister di Harvard University dengan beasiswa dari pemerintah Indonesia, terpaksa pulang ke Indonesia lebih cepat. “Kami mahasiswa dipulangkan dan gak disuruh balik lagi. Alhamdulillah wisuda bisa dilakukan secara virtual di Indonesia,” kata Nadira.

 

Saat ini, Nadira fokus membesarkan start up Ayo Blajar. “Di start up Ayo Blajar ini, saya banyak belajar termasuk bujeting ketemu investor, saya jadi melek literasi keuangan,” kata Nadira.

 

Literasi keuangan pada generasi muda memang menjadi target DJPPR. Dirjen PPR Luky Alfirman mengatakan anak-anak muda harus melek literasi keuangan sejak dini.

 

“Generasi muda harus melek literasi keuangan sejak dini, berinvestasi sejak awal sedini mungkin. Banyak sekali instrumen investasi, mulai nabung di bank, beli emas, beli properti, beli obligasi pemerintah SBN. Masing-masing ada keuntungan dan risikonya,” kata Luky.

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN