Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu karya Jeremy Toh

Salah satu karya Jeremy Toh

Karya Lukis Istimewa Anak Istimewa Jeremy Toh

GR, Sabtu, 20 April 2019 | 11:28 WIB

Sudah banyak bukti menunjukkan bahwa keterbatasan fisik dan “kekhususan” yang seseorang alami tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan berprestasi. Hal inilah yang terjadi pada Randy Jeremy Toh (17). Dia menderita cerebal palsy, non verbal sejak bayi, namun bisa menghasilkan karya-karya lukis istimewa. Dia bisa menghasilkan karya lukis yang bagus, bahkan pernah ikut pameran di Jepang.

Randy Jeremy Toh (17), dan mamanya Vivie Jericho
Randy Jeremy Toh (17), dan mamanya Vivie Jericho

 

Cerebal Palsy yang dialami remaja kelahiran Bandung, 22 Januari 2002 ini semula menyebabkan dia tidak bisa berbuat banyak. Tidak bisa berjalan, melihat, tidak bisa makan sendiri karena otot-otot tangannya lemah. Kemudian melalui upaya tekun yang panjang dan penuh kesabaran ibunya Vivie Jericho, secara bertahap yang sangat lambat, ia akhirnya bisa berjalan, melihat, membaca walau dengan sangat terbatas.

Dalam keterbatasannya tersebut dan di bawah asuhan ibunya itulah, Randy bisa menghasilkan karya-karya berupa lukisan-lukisan abstrak yang mengagumkan. Lihatlah gambar-gambar reflektif yang berbicara tentang banyak hal melalui judul Flower For Mommy, Earth Should Be Fine, The Energy of Blossom Heart, God’s Creation, Love Can Be in Many Colour and Shape. Karya-karya tersebut akan dipamerkan dalam  Jakarta Marketing Week (24-30 April) di Area Mozaik Walk, Tenant J dan K, Kota Casablanca, Jakarta, pukul 10.00 – 20.00 WIB.

Untuk menggambar, Randy tidak membutuhkan kuas dan peralatan khusus lainnya. Dia hanya membutuhkan kanvas dan cat warna-warni. Untuk melukis, sangat tergantung mood-nya. Ketika ia menunjukkan isyarat bahwa dia mau melukis, ibunya menyediakan cat bermacam-macam warna dan canvas, lalu memberi tahu bahwa dia sudah bisa beraksi.

Dengan feeling saja Jeremy Toh memilih warna cat lalu mengucap-usapkan atau menggerakkan jari-jarinya pada canvas.
Dengan feeling saja Jeremy Toh memilih warna cat lalu mengucap-usapkan atau menggerakkan jari-jarinya pada canvas.

 

Randy lalu menyelupkan tangannya ke dalam cat kemudian mengucap-usapkan telapak tangan dan jari-jarinya yang berlumuran cat  di canvas. Dengan feeling saja dia memilih warna cat lalu mengucap-usapkan atau menggerakkan jari-jarinya pada canvas. Gerakan jari-jarinya seperti gerakan jari yang menari dan tampak seperti bermain-main saja. Dalam hitungan waktu 30 menit, sebuah gambar sudah selesai.

Dengan feeling saja Jeremy Toh memilih warna cat lalu mengucap-usapkan atau menggerakkan jari-jarinya pada canvas.
Dengan feeling saja Jeremy Toh memilih warna cat lalu mengucap-usapkan atau menggerakkan jari-jarinya pada canvas.

 

 

Sangat jarang Randy melukis, sehingga sejak mulai melukis pada 11 tahun lalu, Randy baru menghasilkan 33 karya. Gambarnya asli tanpa finishing touch dari siapa pun. Bahkan Randy sangat tidak suka kalau ada yang menyentuh gambarnya. “Yang bisa dan boleh kami lakukan hanya membuatkan bingkai,” jelas Vivie ibunya yang juga adalah Vice President MarkPlus.  

Sumber: PR

BAGIKAN