Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mahasiswa Universitas Pelita Harapan Conservatory of Music memainkan lagu IBU yang digubah oleh Ananda Sukarlan di Gala Konser Indonesia in Harmony, UPH Lippo Village, Kamis 31 Oktober 2019. Foto: Investor Daily/ Emral Firdiansyah

Mahasiswa Universitas Pelita Harapan Conservatory of Music memainkan lagu IBU yang digubah oleh Ananda Sukarlan di Gala Konser Indonesia in Harmony, UPH Lippo Village, Kamis 31 Oktober 2019. Foto: Investor Daily/ Emral Firdiansyah

Konser Indonesia in Harmony, Dedikasi Ananda Sukarlan untuk Papua

Rio F Winto, Minggu, 3 November 2019 | 11:06 WIB

JAKARTA, investor.id – Komponis sekaligus pianis internasional asal Indonesia, Ananda Sukarlan sukses menggelar konser musik bertajuk Indonesia in Harmony yang didedikasikannya untuk Papua di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Banten, Kamis (31/10) malam. Acara konser ini merupakan rangkaian puncak dari kegiatan Ananda bersama Faculty Conservatory of Music UPH yang berlangsung selama dua hari yakni pada Rabu (30/10) dan Kamis (31/10).

Dalam konser yang bertujuan untuk perdamaian di tanah Papua itu, pianis kelahiran Jakarta, 10 Juni 1968 itu sekaligus meluncurkan karya terbarunya, Rapsodia Nusantara volume 24 yang berjudul Domidow. Karya itu ia persembahkan untuk memperingati tokoh perdamaian Papua, Pater Neles Tebay, yang wafat pada April 2019 silam.

"Konser ini kita selenggarakan sebagai wujud syukur terhadap kondisi Papua yang aman dan damai pascakerusuhan beberapa waktu lalu. Pastinya dengan konser ini, kita ingin tunjukkan keberagaman kita sebagai bangsa Indonesia yang punya beragam seni dan kesenian yang wajib kita lestarikan. Dengan konser ini, kita harapkan generasi muda di Indonesia bisa kembali mengenal lagu-lagu daerah asli Indonesia yang mungkin dahulu sering kita dengar dan mungkin sekarang sudah dilupakan oleh generasi milenial, khususnya bagi mahasiswa-mahasiswa musik di Indonesia.

Mudah-mudahan mereka bisa lebih mengenal musik asli daerahnya dan enggak hanya cuma mengenal musik-musik dari internasional saja,” ungkap Ananda kepada tim Beritasatu.com di Kampus UPH, Karawaci Tangerang, Banten, sebelum pentas.

Ananda Sukarlan Pentaskan Cerpen Putu Wijaya
Ananda Sukarlan. Foto: IST

Ananda menambahkan, keinginannya untuk memperkenalkan kembali musik asli tradisional daerah dalam format partitur piano ini memang sudah ia miliki sejak tahun 2006.

Saat itu, ia melakukannya dengan meluncurkan Rapsodia Nusantara. Kini, Rapsodia Nusantara sendiri sudah sampai pada volume 24 yang musiknya diambil dari melodi rakyat Domidow asal Dogiyai, Papua, tempat kelahiran Pater Neles Tebay.

Ia menilai UPH sebagai tempat yang cocok untuk memperkenalkan karyanya tersebut karena UPH mempunyai fakultas musik yang dikenal telah melahirkan banyak musisi andal di negeri ini.

"Saya berharap para pianis lulusan UPH bisa memainkan karya ini, juga Rapsodia Nusantara lainnya, yaitu karya- karya yang berdasarkan lagu-lagu tradisional nusantara dan telah dimainkan oleh ratusan pianis dari berbagai negara. Jangan cuma dimainkan oleh pianis asing dong, walaupun itu penting untuk memperkenalkan budaya kita ke dunia internasional. Namun, pianis kita akan mendapatkan identitas artistik yang kuat jika memainkan karya bangsanya sendiri. Bagi saya percuma kalau seorang musikus bisa main dengan teknik dan musikalitas tinggi tetapi tidak dapat menemukan tempatnya di masyarakat dan berkarier di bidang musik. Sudah berapa ribu musisi klasik andal di Indonesia yang berprofesi bukan dalam bidangnya, dengan alasan 'musik klasik tidak diterima masyarakat'. Kalau pasar itu tidak ada, ya kita yang harus menciptakan pasarnya," paparnya.

Sementara itu, Olivia E. Sundari selaku Ketua Panitia Indonesia in Harmony with Ananda Sukarlan menyatakan, pergelaran ini merupakan acara spesial yang diselenggarakan Fakultas Musik UPH karena beberapa instrumen yang digunakan mampu mengimplementasikan music tradisional agar bisa diterima dunia internasional.

"Lewat acara ini, kami berusaha menunjukkan kepada masyarakat bahwa mahasiswa-mahasiswa kami yang ada di Fakultas Musik dapat belajar dan mendapat pengajaran dari musisi kelas dunia seperti Ananda Sukarlan yang memang peduli terhadap musik tradisional Indonesia agar bisa diterima dunia internasional. Pastinya kami juga senang Pak Ananda juga mau melibatkan mahasiswa-mahasiswa kami dalam konser ini," jelasnya.

Diapresiasi

Pergelaran yang bekerja sama dengan para mahasiswa dan mahasiswi dari Fakultas Musik UPH itu diapresiasi dengan baik oleh pihak universitas. Hal itu diungkapkan Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M. Eng. Sc, selaku Rektor UPH.

"Buat kami event ini merupakan wujud nyata dari seluruh civitas akademika UPH yang juga peduli pada pelestarian seni dan budaya bangsa ini. Lewat konser ini, kami juga ingin tunjukkan bahwa kami begitu peduli terhadap aspek sosial, khususnya seni dan budaya Indonesia di luar dari kepedulian kami terhadap peningkatan sains dan tekhnologi," tandasnya.

Selain menggelar konser Indonesia In Harmony, Ananda Sukarlan juga memberikan kelas piano masterclass dan music composition seminar yang dilanjutkan dengan bincang-bincang interaktif kepada mahasiswa-mahasiswi di UPH.

Selain itu, konser tersebut juga diramaikan dengan pemutaran film dokumenter Papua berjudul Pelangi di Ufuk Timur karya mahasiswa dan dosen Sinematografi DKV UPH. (b1)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA