Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Eva Noor dan Batik Menoor

Eva Noor dan Batik Menoor

Lewat Batik, Pemberdayaan Peran Perempuan Dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa Diaktualisasikan

Kamis, 18 Februari 2021 | 09:11 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Peran perempuan Indonesia dalam dua dasawarsa ini berjalan sangat lambat. Pendekatan pembangunan belum secara merata dinikmati para kaum perempuan .Distribusi hasil pembangunan yang tidak merata memberi kontribusi terhadap timbulnya ketidak adilan dan ketidak setaraan gender (gender gap).

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kesenjangan tersebut adalah gender empowerment measurement (GEM-kualitas perempuan) dan gender related development index (GDI-kesetaraan gender) yang masih rendah. Padahal kedua index tadi sangat berpengaruh pada capaian indeks pembangunan manusia (IPM).

IPM Indonesia saat ini berada pada pringkat ke-111 dari 177 negara. GDI berada pada peringkat 80 dari 144 negara. Sedangkan di level ASEAN, baik IPM dan GDI Indonesia berada di urutan 7 dari 10 negara, bahkan masih berada di bawah Vietnam.

Data menunjukan kualitas hidup perempuan kita masih rendah. Selama kualitas rendah maka kualitas bangsa juga ikut rendah. Perlu dipahami oleh pemangku jabatan di daerah bahwa, peningkatan kualitas hidup perempuan otomatis bakal mendorong tingkat pendidikan anak, kesehatan anak dan ekonomi keluarga.

Karena itu menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan perempuan dan laki-laki mendapatkan manfaat dari pembangunan. 

Di sisi lain, bonus demografi berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020-2035, Indonesia akan mengalami bonus demografi, yaitu jumlah penduduk produktif berusia 15-64 tahun lebih besar jika dibandingkan dengan usia tidak produktif berusia di atas 64 tahun.

Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 67,9% dari total jumlah penduduk yang diproyeksi 305,6 juta jiwa, terdiri atas 151,3 juta jiwa perempuan dan 154,3 juta laki-laki. Adapun persentase anak usia 0-14 tahun diprediksi mencapai 21,5% atau setara 65,7 juta jiwa.

Artinya pada 2035, persentase perempuan dan anak mencapai 71% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah perempuan dan anak yang cukup besar ini merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan. Mengingat posisinya sebagai pelaku, sekaligus pemanfaat hasil pembangunan.

Batik Menoor Mengundang figur para wanita yang dianggap cukup berhasil dari berbagai kalangan dan concern pada perkembangan dan perdayaan perempuan Indonesia. Bekerja sama dengan Kementrian Pemberdayaan Wanita, serta suport beberapa negara sahabat event fashion show ini harusnya bisa terselenggara  pada ajang  Mall dan megah Di Indonesia pada pertengahan tahun 2020,

Namun akibat pandemi covid dan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna mencegah pandemi yang hampir terjadi diseluruh wilayah Indonesia bahkan dunia, maka ajang tersebut dibatalkan penyelenggaraannya .

Rencana pada gelaran tersebut beberapa koleksi batik Menoor , didukung oleh 4 perwakilan negara sahabat ; Rumania,Rusia,Armenia,Zimbabwe serta Kementerian Pemberdayaan Wanita, dimana rencananya para dubes dan menteri pemberdayaan wanita ikut serta meramaikan catwalk dibalut koleksi Menoor Batik rancangan para desainer sekolah fashion INIFD Jakarta.

Dalam gelaran tersebut Menoor batik, rencananya mempersembahkan tema Woman Empowerment bertujuan untuk mengangkat peran pemberdayaan wanita dibidang ekonomi, khususnya didaerah daerah yang memiliki industri dan kerajinan batik.

“Kebanyakan para pengrajin batik itu perempuan.dan peminat akan batikpun kaum perempuan. Untuk itu Menoor mencoba mengangkat potensi potensi daerah pembatik,  agar mendapat perhatian khusus. Baik dari sisi wawasan pengetahuan dan akses, agar mereka dapat berkembang dan dapat memberi kontribusi  ekonomi pada daerahnya lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Eva yang sangat menyayangkan moment gelaran yang sudah dipersiapkan matang batal terselenggara karena epidemi saat menjelaskan lewat hubungan telpon seluler Selasa (18 /2) di Jakarta.

Batik adalah warisan budaya nasional yang telah diakui dunia sejak 2009, itu sebab perlu perhatian khusus agar batik seluruh nusantara dapat terekspose dengan baik lewat program pemberdayaan wanita yang akan dijalankan Menoor.

Menurut Eva, potensi daerah untuk kerajinan  batik sangat besar. Namun perlu adanya inovasi  agar pasar batik terus tumbuh dan bergairah .Dari sisi seni batik dasarnya mengakar pada budaya nasional Indonesia, namun begitu pengrajin batikpun dituntut dapat beradaptasi dengan perkembangan mode dan zaman. Dari sisi teknik industri batikpun harus juga mengikuti perkembangan zaman, baik masalah proses digitalisasi  yang dapat disosialisasikan merata keseluruh sentra industri yang ada di beberapa daerah, agar mereka bisa memiliki akses terhadap pengetahuan,teknologi , pembiayaan dan pasar.

Menoor berusaha membantu pengrajin batik dalam sisi pasar, serta bekerja sama pada instansi dan pihak terkait, agar pengrajin daerah pun memiliki akses pembiayaan,pengetahuan dan teknologi nya dalam pengembangan usaha batik. 

Visi misi Batik Menoor kedepan ; mencoba memberi sumbangsih yang lebih baik pada pengrajin serta membuka peluang pasar secara global dalam peningkatan ekonomi daerah. Agar visi misi bisa tercapai Menoor akan membuat program pemberdayaan perempuan khusus pada pengrajin batik ditiap daerah, agar tercipta desain khas daerah masing masing yang nantinya dapat dipasarkan didalam dan diluar negeri terutama pada daerah yang masih sedikit pengrajin batiknya. 

Perempuan memiliki peran penting dalam membangun ekonomi bangsa. Salah satu peran wanita dapat di aplikasikan lewat pengembangan industri batik yang diminati banyak wanita.

Menoor Batik

Menoor adalah merek batik Indonesia yang memulai karya di tahun 2017.  Munculnya Menoor adalah simbol keperdulian wanita Indonesia akan  Batik dan pengrajin batik di seluruh Indonesia. Sesuai dengan namanya  Menoor digambarkan bukan hanya sebagai merek namun sosok wanita  Indonesia yang perduli dengan Batik danCinta Indonesia.

Seluruh produk Menoor adalah hasil dari kurasi yang dilakukan oleh para  founder Menoor di Seluruh Indonesia. Tidak hanya kurasi saja yang  dilakukan namun Menoor juga memberikan visi dan ide baru untuk  pengrajin agar lebih berinovasi dan juga mengangkat ekonomi di daerah.

Selain melakukan penetrasi pasar lewat beberapa Mall terkemuka di Indonesia, Produk batik Menoor juga di eksport ke beberapa negara di Eropa, Australia dan amerika, selain juga memasarkan lewat online di marketplace yang ada dijejaring online.

Eva Noor, telah memiliki karir panjang dalam kewirausahaan. Walaupun sekarang dikenal sebagai Pengusaha Bisnis IT Security dan Digital yang bisnisnya sudah Go International ternyata Eva punya kecintaan terhadap UKM dan Batik dikarenakan latar belakang awal karir sudah dekat dengan kewirausaan dan UKM.

Setelah lulus dari Universitas ia bekerja untuk Organisasi International sebagai konsultan Reformasi Kebijakan dan Mengembangkan Pengembangan Kapasitas untuk Proyek Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKM) di Indonesia. Setelah proyek itu ia bekerja sama dengan Ekonomi group dan pemerintah untuk bertanggung jawab mengembangkan Masterplan untuk pengembangan pasar Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia. Setelah berhasil mempromosikan masterplan dan meningkatkannya ke kebijakan resmi pemerintah,

Kecintaan Eva terhadap Batik, Pengrajin dan Penggiat usaha kecil adalah pencetus dibentuknya Brand Menoor Batik.Cinta Menoor, karena turut membangun industri batik Indonesia.Cinta Menoor, mencintai karya pengrajin Indonesia yang  merupakan pekerja seni tradisional Indonesia yang  keberadaannya sangat penting untuk menjaga tradisi negeri.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN