Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Indeks Kesetaraan Gender Bloomberg (Bloomberg Gender-Equality Index/GEI) 2021. ( Foto: Bloomberg.com )

Logo Indeks Kesetaraan Gender Bloomberg (Bloomberg Gender-Equality Index/GEI) 2021. ( Foto: Bloomberg.com )

Mitra Keluarga Karyasehat Masuk ke Indeks Kesetaraan Gender Bloomberg 2021

Kamis, 18 Februari 2021 | 08:44 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bloomberg mengumumkan pada Rabu (17/2), bahwa PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk masuk ke Indeks Kesetaraan Gender Bloomberg (Bloomberg Gender-Equality Index/GEI) 2021. Ini adalah perusahaan domisili Indonesia yang pertama kalinya berpartisipasi, dan masuk ke dalam daftar global pelaporan data terkait gender.

Menurut catatan GEI, terdapat beberapa perusahaan publik yang memberikan transparansi pada praktik dan kebijakan terkait gender, memperluas cakupan data ESG, yaitu soal lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola (governance), yang tersedia bagi investor.

Untuk tahun ini, GEI meliputi 380 perusahaan di 44 negara dan wilayah serta 11 sektor, termasuk otomotif, perbankan, layanan konsumen, teknik dan konstruksi, serta ritel. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan 2020 yang hanya meliputi 325 perusahaan. Perusahaan pada indeks 2021 yang memiliki kapitalisasi pasar gabungan juga bertambah dari US$ 12 triliun pada 2020 menjadi sebesar US$ 14 triliun.

“Saat kami terus berjuang dengan pandemi, kami telah melihat bahwa perusahaan melakukan peningkatan pada bidang sosial dalam ESG. Perusahaan yang termasuk dalam 'Gender-Equality Index' tahun ini berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang inklusif, mendukung keseimbangan kehidupan kerja, dan pengaturan kerja yang fleksibel. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan tenaga kerja yang berbakat dan menciptakan keunggulan kompetitif dalam lingkungan bisnis yang terus berubah-ubah ini,” demikian disampaikan Chairman Bloomberg Peter T. Grauer dalam keterangan pers Rabu.

Logo Rumah Sakit Mitra Keluarga ( Foto: mitrakeluarga.com )
Logo Rumah Sakit Mitra Keluarga ( Foto: mitrakeluarga.com )

Sementara itu, CEO PT Mitra Keluarga Karyasehat Rustiyan Oen mengatakan, “Keberagaman membuat kita lebih kuat, saling melengkapi saat kita tumbuh bersama, dan menaklukkan semua tantangan.”

Meskipun perlu meningkatkan batasan agar dapat masuk dalam indeks 2021, cukup banyak perusahaan yang membuka data dengan kualitas pengungkapan yang terus meningkat. Tahun ini, perusahaan GEI memiliki rata-rata skor pengungkapan data sebanyak 94%. Walau skor pengungkapan data rata-ratanya tinggi, skor unggulan data rata-rata adalah 55%.

Hal itu membuktikan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Skor keunggulan data sendiri dipecah ke dalam lima pilar, yakni kepemimpinan perempuan dan saluran bakat, kesetaraan upah dan kesetaraan upah terhadap gender, budaya inklusif, kebijakan pada pelecehan seksual, dan merek pro-perempuan.

Berikut ini adalah beberapa temuan utama dari perusahaan dalam GEI 2021:

  • Lingkungan kerja yang fleksibel: 87% menyediakan jam kerja yang fleksibel dan 85% menawarkan lokasi kerja yang fleksibel, suatu manfaat yang menjadi lebih penting di tengah pandemic Covid-19.
  • Mengurangi kesenjangan: Anggota dewan direksi perusahaan GEI umumnya terdiri dari 29% perempuan, dan 61% perusahaan memiliki chief diversity officer atau eksekutif dengan tanggung jawab utama pada keanekaragaman dan inklusi. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki rata-rata 39% perempuan dalam peran penghasil-pendapatan, dan 52% perusahaan membutuhkan kandidat yang beragam dalam gender dan posisi manajemen.
  • Budaya inklusif: Perusahaan yang menjadi anggota GEI biasanya mempekerjakan lebih banyak pegawai perempuan baru dibanding jumlah pegawai perempuan yang meninggalkan perusahaan. 69% diantaranya memiliki strategi untuk merekrut perempuan, dan 59% melakukan tinjauan kompensasi berbasis gender global. Selain itu, terdapat kurang lebih 85% karyawan yang kembali bekerja di perusahaan yang sama setelah cuti melahirkan. Kemudian sebanyak 65% perusahaan menawarkan ruang laktasi di tempat, dan 46% memberikan subsidi penitipan anak atau dukungan keuangan lainnya.
  • Inklusi di luar tempat kerja: Lebih dari setengah (60%) perusahaan memberikan sponsor keuangan untuk program pendidikan bagi perempuan, dan 64% perusahaan memberikan sponsor program yang didedikasikan untuk mendidik perempuan di STEM.

Global Head Bloomberg Sustainable Finance Solutions Patricia Torres menuturkan, pengungkapan data adalah komponen penting dalam GEI karena hal ini merupakan langkah pertama menuju akuntabilitas. Keputusan yang diambil oleh perusahaan-perusahaan saat ini dapat mendorong kemajuan kesetaraan pada tahun-tahun mendatang.

“Data GEI menyediakan gambaran yang komprehensif bagi para investor tentang bagaimana praktik yang mendukung kesetaraan gender dapat mendorong keterlibatan dan produktivitas karyawan. Hal ini membawa nilai pasar yang lebih tinggi bagi perusahaan-perusahaan dan menciptakan perubahan positif pada komunitas lokal. Maka dari itu, kami menyambut lebih banyak perusahaan untuk berpartisipasi di wilayah yang dinamis ini,” tambah Patricia

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN