Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Soleman Yusuf, Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Lesley Simpson, Country Manager WeTV dan iflix Indonesia, Titin Suryani, Direktur Utama PT Verona Indah Picture

Soleman Yusuf, Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Lesley Simpson, Country Manager WeTV dan iflix Indonesia, Titin Suryani, Direktur Utama PT Verona Indah Picture

Sandiwara Radio Fenomenal 70-an Butir-Butir Pasir di Laut Diangkat ke Drama Seri

Rabu, 7 April 2021 | 13:23 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sandiwara radio fenomenal tahun 70-an 'Butir-butir Pasir di Laut' diangkat ke dalam drama seri TV dengan judul sama. Drama seri yang sandiwara radionya selama belasan tahun disiarkan RRI ini diproduseri oleh Titin Suryani dengan Co-Producer Dwi Ilalang akan mulai tayang di WeTV dan juga iflix pada 8 April 2021.

Lesley Simpson, Country Manager WeTV dan iflix Indonesia mengatakan drama seri ini akan menjadi perdana dari WeTV Sinetron, di mana ingin merangkul sejarah panjang sinetron Indonesia. Tidak ada yang lebih baik dari kesempatan untuk bekerja sama dengan Verona dalam sebuah IP yang telah ada di hati semua orang Indonesia sejak tahun 1970-an melalui RRI.

“Selain itu, kami berkomitmen mendukung perfilman tanah air dengan berbagai konten lokal. Kami berharap WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut bisa diterima oleh masyarakat Indonesia,” kata Lesley dalam keterangan pers diterima Rabu (7/4).

Soleman Yusuf, Direktur Program dan Produksi LPP RRI menjelaskan Butir Butir Pasir di Laut adalah drama radio karya fenomenal RRI yang bukan saja mendapat apresiasi dari masyarakat di tanah air pada jamannya, tetapi juga oleh masyarakat dunia.

Pada 4 Agustus 1984 Lembaga Kependudukan Dunia di Meksiko, memberikan penghargaan resmi sebagai sandiwara radio terbaik tingkat dunia yang telah diputar selama hampir 20 tahun di era 1970 hingga 1990-an dalam 5.700 episode.

“Kini dengan ditayangkannya dalam bentuk audio visual, drama radio ini mengisi kerinduan masyarakat pada zamannya sekaligus memperkenalkan kepada generasi milenial akan drama radio fenomenal ini, yang membawa pesan moral kemanusiaan dan kebangsaan,” jelas Soleman.

Semua pihak terlibat dalam daram seri Butir-butir Pasir di Laut berfoto bersama
Semua pihak terlibat dalam daram seri Butir-butir Pasir di Laut berfoto bersama

Verona Pictures mempercayakan Stanley Fernando & Wahid Setyanto untuk menyutradarai serial drama WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut yang mengambil lokasi syuting di Pangandaran, Merak, kawasan Puncak, dan Jakarta, dengan para bintang, antara lain Tyas Mirasih, Andrew Andika, Bastian Steel, Faradina Tika, dan Jessica Shaina. WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut ini diharapkan dapat dinikmati penonton lintas usia.

Direktur Utama PT Verona Indah Pictures, Titin Suryani menjelaskan sandiwara radio ‘Butir-Butir Pasir di Laut’ merupakan serial yang sangat populer pada masanya. Verona Pictures ingin membawa kembali nostalgia tersebut ke dalam format kekinian dengan media digital.

Ia pun berharap agar WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut yang akan tayang di WeTV dan iflix Indonesia bukan hanya dapat mengobati rasa rindu pendengar pada jamannya.

“Melainkan untuk dapat menggapai penonton yang jauh lebih luas termasuk kaum muda yang tidak bisa lepas teknologi digital,” ucapnya.

Tyas Mirasih salah satu aktris yang terlibat dalam daram seri Butir-butir Pasir di Laut
Tyas Mirasih salah satu aktris yang terlibat dalam daram seri Butir-butir Pasir di Laut

Sementara itu, Tyas Mirasih, salah satu pemeran utama dalam Butir-Butir Pasir di Laut mengaku mendapat tantangan dengan memerankan sosok dokter Arini, ia mengaku saat pertama kali mendapat tawaran sinetron Butir-Butir Pasir di Laut dan tahu bahwa ternyata ini merupakan sandiwara radio yang banyak ditunggu, ia yakin dalam versi modern konfliknya akan lebih bervariasi.

“Dari pertama membaca naskahnya saya sudah langsung jatuh cinta, ini adalah hal yang baru yang belum pernah saya perankan sebelumnya,” ujar Tyas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN