Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Strategi Bebek Sinjai Bertahan di Era Pandemi Covid-19

Strategi Bebek Sinjai Bertahan di Era Pandemi Covid-19

Strategi Bebek Sinjai Bertahan di Era Pandemi Covid-19

Rabu, 9 September 2020 | 12:23 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id- Di era pandemi, sektor industri dan perdagangan ikut terpukul begitu juga dengan bisnis kuliner. Pandemi Covid-19 membawa hikmah bagi mereka yang kreatif dan tak kenal kata putus asa.

Pengusaha yang bergerak di bisnis kuliner harus pintar mencari peluang selain memperkuat brand supaya bisa kokoh di antara pasar kuliner dan makanan sejenis seperti yang dilakukan Bebek Sinjai.

Bebek Sinjai masih terlihat ramai karena lokasi yang strategis dan tempat yang nyaman untuk berkumpul keluarga seperti di Nirwana Food Court Bogor.

Selain itu, daging bebeknya sangat enak ditambah sambel yang komplit karena dilengkapi variasi rasa yaitu sambal bawang, mangga dan cabai hijau.

Keunggulan bebek, menurut Galih Tantyo Yuwono, karena rasanya yang khas dilidah. "Bebek Sinjai dimasak dengan kematangan sempurna ditambah bumbu khas sehingga menimbulkan cita rasa tersendiri.  Wajar di era pandemi harus menonjolkan kekhasan sehingga konsumen mudah kembali lagi," katanya.

Buktinya kelahiran Bebek Sinjai ini buah unjuk gigi perpaduan antara perusahaan besar yaitu PT Hikmah Karya Gemilang (Yuri Ramadhan) dan PT Budi Agung Jaya Farm yang dipimpin oleh Galih Tantyo Yuwono dan bapak Adi Kuncoro.

Menurut Yuri Ramadhan dari PT Hikmah Karya Gemilang yang membidangi kerja sama Bebek Sinjai mengungkapkan jurus jitu supaya bisnis bisa bertahan.

"Kami berusaha eksis dan bertumpu pada prospek yang paling diterima yaitu melalui franchise," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (9/9).

Cara ini dirasa ampuh dengan memberikan peluang dan kontribusi dari investor dengan cara franchise. Selain memiliki ikatan yang jelas, prospek kuliner ini bisa saling melengkapi dan pesat nantinya. Soal harga dan modal yang ditawarkan Yuri mengungkapkan nominalnya yang masih terjangkau.

"Usaha Bebek Sinjai ini kami lepas dengan harga 50 sampai dengan 100 juta," imbuhnya. Angka yang cukup signifikan di antara franchise lain dan bisa balik modal sekitar 10 sampai 15 bulan, tambahnya.

 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN