Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengusaha fashion Nina Septiana mengenakan koleksi busan akerja dari brand miliknya, Nina Nugroho

Pengusaha fashion Nina Septiana mengenakan koleksi busan akerja dari brand miliknya, Nina Nugroho

Strategi Brand Nina Nugroho Merawat Konsumen di Masa Covid-19

Mardiana Makmun, Rabu, 27 Mei 2020 | 15:11 WIB

JAKARTA, Investor.id – Pandemi Covid-19 menghantam kehidupan manusia. Namun hidup harus terus berjalan, mencari jalan keluar dari berbagai kesulitan. Pengusaha fashion Nina Septiana juga mengalami ini. Demi merawat konsumen atau pelanggan, Nina melakukan berbagai srategi agar bisnisnya terus berjalan.

“Di tengah krisis ekonomi akibat Covid-19 seperti ini, Nina Nugroho gak berhenti jualan. Apapun bisa dijual, yang penting dibutuhkan oleh konsumen,” kata Nina Septiana, pemilik brand Nina Nugroho dalam talkshow Nina Nugroho Solution yang digelar secara virtual.

Brand Nina Nugroho fokus memproduksi busana di genre busana kerja muslimah. Sayangnya, pandemi Covid-19 membuat banyak pelanggan brand ini bekerja di rumah (WFH). Akibatnya, penjualan Nina Nugroho menurun.

“Memang penjualan busana kerja menurun. Untuk merawat konsumen supaya tidak pergi dan tetap ingat dengan brand Nina Nugroho, saya keluarkan diversifikasi produk yaitu kue Lebaran dan Al Quran yang memang dibutuhkan saat Ramadan dan Lebaran,” kata Nina.

Sebelumnya, Nina juga mengeluarkan masker. Selain masker dibutuhkan banyak orang, hal ini dilakukan agar Nina Nugroho tetap berproduksi dan karyawan tetap bisa gajian.

Pengamat pemasaran dari ADA Indonesia, Faradi Bachri dalam diskusi berbeda mengatakan, para pengusaha fashion tak harus bertahan menjual produk utamanya di tengah Covid-19. “Kalau misalnya sebelumnya memproduksi busana pesta, di masa pandemi Covid seperti ini buatlah produk second line misalnya baju rumah atau bualah masker yang memang banyak dibutuhkan orang,” kata Faradi

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN