Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas medis dan relawan Bulan Sabit Merah Afghanistan mengangkut korban gempa ke rumah sakit di distrik Spera, Provinsi Khost, Afghanistan, 22 Juni 2022. (FOTO: ANTARA/HO Bulan Sabit Merah Afghanistan via REUTERS/as)

Petugas medis dan relawan Bulan Sabit Merah Afghanistan mengangkut korban gempa ke rumah sakit di distrik Spera, Provinsi Khost, Afghanistan, 22 Juni 2022. (FOTO: ANTARA/HO Bulan Sabit Merah Afghanistan via REUTERS/as)

Gempa Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang, Taliban Kewalahan

Kamis, 23 Juni 2022 | 15:10 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KABUL, investor.id – Pemerintah Taliban pada Kamis (23/6) berupaya menjangkau sebuah kawasan di Afghanistan yang terpencil dan dilanda gempa. Bencana tersebut menewaskan sekitar 1.000 orang, tetapi kendala komunikasi dan akses jalan mengganggu upaya mereka, kata para pejabat.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 itu terjadi pada Rabu (22/6) di pegunungan gersang yang ditempati sejumlah permukiman kecil di dekat perbatasan dengan Pakistan, sekitar 160 kilometer (km) arah selatan dari ibu kota Afghanistan, Kabul.

Baca juga: Xi Tiongkok Serukan Pengawasan dan Keamanan Fintech yang Lebih Kuat

“Kami tak bisa menjangkau kawasan itu, jaringan (komunikasi) terlalu lemah, kami berusaha mendapatkan perkembangan terkini,” kata Mohammad Ismail Muawiyah, juru bicara komandan tinggi militer Taliban di Provinsi Paktika yang terdampak paling parah, Kamis.

Gempa itu menewaskan sekitar 1.000 orang dan melukai 1.500 orang lainnya, kata dia, dan lebih dari 3.000 rumah hancur.

Muawiyah menambahkan bahwa sekitar 600 orang telah dievakuasi dari berbagai kawasan terdampak pada Rabu malam waktu setempat.

Operasi penyelamatan menjadi ujian besar bagi pemerintah garis keras Taliban, yang mengambil alih kekuasaan pada Agustus tahun lalu setelah berperang selama dua dekade.

Kemunculan kelompok militan itu sebagai penguasa juga mengundang sanksi dunia internasional, sehingga banyak bantuan ke Afghanistan dihentikan.

Kementerian Pertahanan Taliban memimpin upaya penyelamatan korban gempa tersebut.

Media Afghanistan merilis gambar rumah-rumah yang hancur dan jenazah-jenazah terbungkus selimut, beberapa jam setelah gempa terjadi.

Informasi yang akurat terbatas dari desa-desa pegunungan yang terdampak karena lokasi yang terpencil.

Baca juga: Putin: Rusia Alihkan Rute Perdagangan dan Minyak ke Negara-Negara BRICS

Sebagian wilayah Asia Selatan berada di jalur gempa aktif karena lempeng tektonik, yang dikenal sebagai lempeng India, bergerak ke utara menuju lempeng Eurasia.

Pada 2015, sebuah gempa mengguncang sebuah daerah terpencil di timur laut Afghanistan dan menewaskan ratusan orang di negara itu serta Pakistan utara di dekatnya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN