Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Logo Boeing  Foto: AFP / MANDEL NGAN

Logo Boeing Foto: AFP / MANDEL NGAN

Boeing: Industri Penerbangan Dipastikan Terdampak Virus Korona

Happy Amanda Amalia, Kamis, 13 Februari 2020 | 08:15 WIB

SINGAPURA, investor.id  Boeing mengeluarkan peringatan tegas soal dampak penyebaran virus korona baru di Tiongkok. Menurut produsen pesawat asal Amerika Serikat itu, tidak perlu ditanyakan lagi bahwa virus korona -yang resmi dinamakan COVID-19- bakal memukul industry penerbangan dunia dan perekonomian secara lebih luas.

Sampai berita ini diturunkan, virus ini telah menewaskan lebih dari 1.100 jiwa dan menginfeksi puluhan ribu orang di Tiongkok, serta menyebar ke lebih dari puluhan negara sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakannya sebagai darurat kesehatan global.

Maskapai-maskapai pesawat besar telah menghentikan rute penerbangan dari dan ke Tiongkok – di mana pemerintah setempat telah memberlakukan penutupan akses ke daerah-daerah terdampak.

Selain itu, beberapa negara juga sudah melarang kedatangan pengunjung dari Negeri Tirai Bambu. “Anda memiliki beberapa maskapai penerbangan global yang harus membatasi lalu lintas udara mereka, baik, dari dan ke Tiongkok. Itu memengaruhi pendapatan. Anda tidak bisa melakukan perjalanan bisnis, dan tidak ada kargo yang masuk dan keluar,” ujar Ihssane

Mounir, wakil presiden senior bidang penjualan dan pemasaran global komersial Boeing, di Singapura pada Rabu (12/2).

Pernyataan Mounir tersebut disampaikan kepada wartawan saat menghadiri “Singapore Air Show 2020”. Pameran dirgantara itu sudah diperkirakan bakal dibayang-bayangi kekhawatiran mengenai penyebaran virus korona, yang membuat jumlah pengunjung menurun dan lebih dari 70 peserta pameran memutuskan menarik diri.

Area luas yang digunakan untuk menggelar pameran selama empat hari itu dilaporkan sepi. Hanya menyisakan gerai-gerai peserta pameran yang telah mengundurkan diri. Panitia penyelenggara pameran menggunakan alat pemindai termal untuk memeriksa suhu tubuh dari para pengunjung yang hadir.

Mereka juga menganjurkan para peserta pameran untuk menghindari saling jabat tangan, dan hanya saling menyapa dengan melambaikan tangan atau membungkukkan badan. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA