Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden dan CEO Nissan Motor Hiroto Saikawa menghadiri jumpa pers di kantor pusatnya, di Yokohama, Jepang pada 9 September 2019. CEO Nissan itu mengatakan pada 9 September 2019, bahwa dia akan mengundurkan diri pada pekan depan, sehingga semakin memperparah krisis yang membelit produsen mobil Jepang pasca penangkapan dan penggulingan mantan bos Nissan Carlos Ghosn atas dugaan pelanggaran keuangan. (Foto: Jepang OUT / AFP / JIJI PRESS / jiji press)

Presiden dan CEO Nissan Motor Hiroto Saikawa menghadiri jumpa pers di kantor pusatnya, di Yokohama, Jepang pada 9 September 2019. CEO Nissan itu mengatakan pada 9 September 2019, bahwa dia akan mengundurkan diri pada pekan depan, sehingga semakin memperparah krisis yang membelit produsen mobil Jepang pasca penangkapan dan penggulingan mantan bos Nissan Carlos Ghosn atas dugaan pelanggaran keuangan. (Foto: Jepang OUT / AFP / JIJI PRESS / jiji press)

CEO Nissan Mundur Pekan Depan

Happy Amanda Amalia, Selasa, 10 September 2019 | 09:18 WIB

YOKOHAMA, investor.id – Dewan Direksi Nissan memastikan bahwa CEO Hiroto Saikawa akan mengundurkan diri pada pekan depan. Saikawa dituding menerima pembayaran lebih dari seharusnya dan sudah menyampaikan permohonan maaf terkait hal itu, pada pekan lalu.

“Setelah melalui pembahasan, dewan (direksi) meminta Pak Saikawa untuk mengundurkan diri dari posisi CEO. Pak Saikawa menerimanya,” ujar Yasushi Kimura, ketua dewan direksi Nissan, kepada para wartawan di Yokohama.

Chief Operating Officer (COO) Nissan saat ini, Yasuhiro Yamauchi, akan mengambil alih jabatan tersebut sebagai pelaksana tugas CEO mulai 16 September 2019. Di tanggal yang sama Saikawa dijadwalkan meninggalkan posisinya.

Media-media Jepang pada Senin melaporkan, Saikawa diduga menerima tambahan 47 juta yen atau setara US$ 440.000 ke dalam gajinya, dengan cara mengubah ketentuan bonus.

Motoo Nagai, anggota lainnya di dewan direksi Nissan, menyebut tidak ada yang ilegal dalam kasus Saikawa ini. Tapi, ia seharusnya tidak mengalihkan elemen-elemen dari gajinya kepada eksekutif yang lain.

“Pada akhirnya, masalah ini seharusnya dijalankan oleh presiden sendiri, tapi malah mendelegasikannya kepada orang lain dan itu melanggar aturan,” kata Nagai.

Saikawa pekan lalu meminta maaf atas kelebihan pembayaran itu. Tapi, ia mengelak telah melakukan kesalahan.

“Saya mengalihkan masalah ini kepada orang lain, yang saya kira sudah menanganinya secara benar,” ujar Saikawa.

Proses audit yang sengaja diluncurkan setelah skandal yang melilit mantan bos Nissan Carlos Ghosn, sekarang turut melibatkan Saikawa dan beberapa eksekutif lain. Mereka diduga telah menerima pembayaran yang lebih besar sebagai bagian dari skema bahwa direksi dapat memperoleh bonus jika harga saham perusahaan mereka naik di atas level tertentu dalam periode tertentu.

Di sisi lain, produsen mobil asal Negeri Sakura saat ini sedang menjalani pembenahan-pembenahan dengan maksud memperkuat tata kelola setelah skandal Ghosn.

Pada Juni 2019, para pemegang saham Nissan mendukung langkah-langkah pembenahan. Termasuk pembentukan tiga komisi pengawas baru, yang bertanggung jawab dalam pengangkatan manajemen senior, masalah gaji, dan audit.

Restrukturisasi itu juga menyetujui pemilihan 11 direktur di mana Saikawa termasuk di antaranya. Termasuk juga dua eksekutif dari Renault, mitra koalisi Nissan.

Pembenahan tersebut dirancang untuk menempatkan Nissan pada posisi yang lebih stabil menyusul penangkapan Ghosn – yang telah dipecat dari peran kepemimpinannya di perusahaan Jepang dan perusahaan lain.

Saat ini, dia sedang menunggu persidangan atas tuduhan tidak melaporkan gajinya yang menjacapai jutaan dolar dan tudingan telah menggunakan dana perusahaan untuk belanja pribadi.

Namun, Ghosn telah membantah melakukan kesalahan dan menuduh eksekutif Nissan menentang rencananya untuk lebih mengintegrasikan perusahaan dengan Renault Perancis.

Sebelumnya, Saikawa – bekas anak didik Ghosn – sempat berbalik melawan mantan mentornya usai peristiwa penangkapannya. Dia juga mengungkap “sisi gelap” Ghosn selama menjabat dan dituding memiliki kekuasaan tidak terkendali sehingga membuat kesalahan-kesalahannya menjadi tidak terdeteksi.

Akan tetapi, Saikawa sendiri sebenarnya ikut mendapat tekanan karena skandal itu dan diminta unutk mengundurkan diri oleh para pemegang saham yang memandangnya terlalu terkait dengan era Ghosn.

Saikawa pun menolak desakan untuk mundur dan mengatakan berencana untuk menyerahkan kendali setelah Nissan kembali ke jalurnya.

Skandal Ghosn terbukti menjadi bencana bagi Nissan, yang pada Juli mengumumkan perolehan laba bersihnya jatuh hampir 95% pada kuartal April-Juni, dan menegaskan akan memangkas 12.500 pekerja di seluruh dunia. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN