Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjuk rasa berkumpul di luar markas polisi di Hong Kong, Jumat (21/6/2019). Foto ilustrasi: AFP / HECTOR RETAMAL

Pengunjuk rasa berkumpul di luar markas polisi di Hong Kong, Jumat (21/6/2019). Foto ilustrasi: AFP / HECTOR RETAMAL

Demonstran Hong Kong Dekati Warga Tiongkok

Senin, 8 Juli 2019 | 06:49 WIB

HONG KONG, investor.id – Puluhan ribu demonstran antipemerintah Hong Kong berunjuk rasa di stasiun kereta penghubung ke Tiongkok daratan pada Minggu (7/7). Mereka bermaksud menjelaskan untuk apa mereka berunjuk rasa selama satu bulan terakhir ini.

Aksi tersebut dari sisi skala adalah yang terbesar setelah Senin (1/7) pekan lalu mereka menggeruduk gedung parlemen. Aksi yang kebanyakan dilakukan demonstran muda dan bertopeng itu semakin menjatuhkan Hong Kong ke dalam krisis politik.

Selama satu bulan terakhir Hong Kong diguncang aksi massa dan serangkaian bentrokan berdarah dengan aparat kepolisian. Unjuk rasa ini dipicu rancangan undang-undang tentang ekstradisi ke Tiongkok. Walau proses RUU tersebut kemudian ditangguhkan, tapi tidak banyak berarti dalam meredam kemarahan publik.

Aksi para demonstran sudah berkembang menjadi gerakan yang menuntut reformasi demokrasi dan dihentikannya langkah-langkah yang memberangus kebebasan di kota semi-otonom dari Tiongkok tersebut.

Pihak penggelar aksi mengklaim sekitar 230.000 orang menyemuti di jalan-jalan di distrik tepi pelabuhan Tsim Sha Tshui. Sedangkan polisi menyebutkan jumlah demonstran sebanyak 56.000.

Lokasi unjuk rasa pada Minggu banyak didatangi turis dari daratan. Demonstrasi pada Minggu dipandang sebagai peluang bagi mereka untuk menjelaskan kepada warga Tiongkok, untuk apa semua gerakan ini berlangsung. Karena di Tiongkok, akibat ketatnya sensor terhadap berita dan informasi, aksi-aksi protes di Hong Kong digambarkan sebagai aksi kekerasan dan didalangi oleh asing untuk menggoyahkan stabilitas di Tiongkok. Bukannya gerakan massal atas semakin besarnya pengaruh Tiongkok terhadap sendi-sendi kehidupan di Hong Kong.

“Kami ingin menunjukkan kepada para turis, termasuk turis dari Tiongkok daratan tentang apa yang terjadi di Hong Kong dan kami harap mereka menangkap konsep ini saat kembali ke Tiongkok,” ujar Eddison Ng (18 tahun), salah seorang demonstran, kepada AFP.

Para demonstran berbicara dalam bahasa Kanton. Agar maksudnya tersampaikan kepada warga daratan, mereka mengirimkan selebaran dalam bahasa Mandarin lewat koneksi Bluetooth ke ponsel-ponsel di sekitarnya. Sebab bahasa utama yang dipakai di Tiongkok daratan adalah mandarin.

“Mengapa masih sangat banyak orang yang berunjuk rasa?” Karena pemerintah Hong Kong tidak mengindahkan tuntutan-tuntutan kami,” kata seorang pria, dalam bahasa Mandarin, lewat pengeras suara.

Para pengunjuk rasa juga membawa poster bertuliskan karakter Tiongkok Sederhana, bukan sistem Tiongkok Tradisional yang biasa dipakai di Hong Kong dan Taiwan. (afp/sn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA