Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Energi Filipina Alfonso Cusi. ( Foto: Romeo Ranoco / REUTERS )

Menteri Energi Filipina Alfonso Cusi. ( Foto: Romeo Ranoco / REUTERS )

Filipina Cabut Larangan Eksplorasi Migas di LTS

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 07:26 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MANILA, investor.id – Pemerintah Filipina pada Jumat (16/10) telah mencabut moratorium eksplorasi minyak dan gas di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang dipersengketakan. Pemerintah mengatakan, langkah ini dapat mempercepat pembicaraan dengan Tiongkok tentang proyek energi bersama.

Pengeboran di Filipina dihentikan pada 2014 di tengah meningkatnya perselisihan dengan Pemerintah Tiongkok. Wilayah perairan tersebut diyakini menyimpan kekayaan sumber daya alam.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang menjabat pada 2016, telah melunakkan penolakan pendahulunya atas klaim Pemerintah Tiongkok. Pada 2018, kedua negara mulai berbicara untuk bersama-sama menjelajahi perairan yang diperebutkan.

“Sekarang moratorium dicabut, saya yakin itu akan memperlancar pembahasan,” Menteri Energi Filipina Alfonso Cusi mengatakan kepada wartawan, Jumat (16/10).

Keputusan untuk memulai kembali kegiatan eksplorasi dan pengembangan bersifat sepihak, kata Cusi. Tetapi ia menambahkan, pemerintah Tiongkok belum diberi tahu sebelum keputusan pemerintah tersebut.

Hingga berita ini disusun, Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Pencabutan penangguhan juga dilakukan karena Filipina menghadapi cadangan energi yang terus menipis.

Ladang gas Malampaya, yang memasok sekitar 40% listrik ke pulau utama Kepulauan Luzon, diperkirakan kering dalam beberapa tahun.

Pemerintah Tiongkok menegaskan kedaulatannya atas hampir semua perairan LTS. Tetapi pada 2016, pengadilan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil tindakan pada kasus yang dibawa oleh pemimpin Filipina saat itu, Benigno Aquino, yang menolak klaim Tiongkok.

Cusi menjelaskan, perusahaan lokal yang sebelumnya terlibat dalam tiga proyek pengeboran di lepas pantai Provinsi Palawan, wilayah barat Filipina, telah diberitahu untuk melanjutkan pengerjaan.

Salah satu area yang sekarang diizinkan untuk dieksplorasi adalah Reed Bank, tempat perusahaan energi Filipina beroperasi sebelum moratorium 2014 mengeluhkan gangguan dari kapal milik Tiongkok.

Lebih lanjut Cusi mengatakan, dimulainya kembali kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut juga akan membantu meningkatkan ekonomi negara, yang telah dirusak oleh pandemi virus corona.

Jutaan orang kehilangan pekerjaan dan sekitar 350.000 orang telah terinfeksi virus sejak wabah dimulai.

"Pencabutan (penangguhan) akan membantu meningkatkan perekonomian kita," ujar menteri energi, sambil menambahkan hal itu akan membantu pemerintah dalam menghasilkan investasi.

Tetapi meskipun pemerintah mengklaim langkah itu akan memfasilitasi kerja sama dengan Tiongkok, seorang analis mengatakannya Filipina semakin bersedia untuk menegaskan hak kedaulatannya atas wilayah perairan tersebut.

"Ini menciptakan pengaruh di pihak kami untuk menunjukkan kami serius untuk menggunakan hak yurisdiksi kami sendiri atas sumber daya ini," kata Jay Batongbacal, Direktur Institut Kelautan dan Hukum Laut Universitas Filipina.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN