Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bitcoin dan mata uang yuan Tiongkok. ( Foto: coindesk.com / Shutterstock )

Ilustrasi bitcoin dan mata uang yuan Tiongkok. ( Foto: coindesk.com / Shutterstock )

Ribuan Ditangkap di Tiongkok

Hasil Cuci Uang Digunakan Membeli Kripto

Jumat, 11 Juni 2021 | 06:13 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok telah menangkap lebih dari seribu orang karena menggunakan keuntungan dari kejahatan untuk membeli mata uang kripto (cryptocurrency).

 

Tambang bitcoin di negara ini menggerakkan hampir 80% perdagangan global mata uang kripto, meskipun perdagangan tersebut di Tiongkok dilarang.

Pemerintah telah mulai mengarahkan pandangan tajam ke penambangan cryptocurrency untuk mencegah spekulasi dan membasmi pencucian uang.

Kementerian Keamanan publik dalam sebuah pernyataan tertanggal Rabu (9/6) mengumumkan, kepolisian telah menangkap jaringan 1.100 orang yang terlibat dalam pencucian uang dengan membeli kripto. Demikian dikutip AFP.

Para pencuci uang mengenakan komisi kepada klien untuk mengubah hasil ilegal menjadi mata uang virtual melalui pertukaran kripto, kata kementerian itu, tanpa menguraikan jumlah uang yang terlibat.

Pemerintah melarang perdagangan kripto pada 2019 dan semakin memperketat pembatasan penambangan bitcoin.

Pada April, wilayah utara Mongolia Dalam menutup semua tambang cryptocurrency, mengklaim bahwa mereka gagal memenuhi target konsumsi energi tahunan.

Wilayah ini menyumbang 8% dari daya komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan blockchain global, yakni satu set buku besar daring untuk mencatat transaksi bitcoin.

Itu lebih tinggi dari jumlah daya komputasi yang didedikasikan untuk blockchain di seluruh Amerika Serikat (AS).

Provinsi Qinghai di barat laut Tiongkok mengumumkan larangan serupa pada penambangan kripto pada Rabu. Tetapi tidak ada data yang tersedia tentang ukuran operasi di wilayah tersebut.

Nilai bitcoin jatuh pada Mei di belakang peringatan oleh Pemerintah Tiongkok kepada investor terhadap perdagangan spekulatif dalam kripto.

Tiongkok berada di tengah-tengah tindakan keras regulasi yang luas terhadap sektor fintech dalam negeri. Pemain terbesarnya terkena denda besar setelah dinyatakan bersalah melakukan praktik monopoli.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN