Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tumpukan kontainer di terminal kargo di Hong Kong, pada 18 Juli 2020. ( Foto: ISAAC LAWRENCE / AFP )

Tumpukan kontainer di terminal kargo di Hong Kong, pada 18 Juli 2020. ( Foto: ISAAC LAWRENCE / AFP )

Hong Kong Akhiri Resesi Terpanjangnya

Senin, 3 Mei 2021 | 17:33 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

HONG KONG, investor.id – Laju ekonomi Hong Kong kembali ke pertumbuhan pada Kuartal I-2021, sekaligus mengakhiri periode resesi paling menonjol dalam sejarah modernnya.

Seperti diketahui, Hong Kong telah terpukul selama dua tahun terakhir oleh tiga peristiwa besar. Mulai dari perang perdagangan Amerika Serikat (AS)-Tiongkok, kerusuhan sosial selama berbulan-bulan, dan pandemi virus corona Covid-19. Laporan ini mencatat pertumbuhan negatif enam kuartal berturut-turut, serta penurunan yang lebih lama dibandingkan krisis keuangan Asia pada 1997 dan kehancuran global 2007-2008.

Namun, resesi paling panjang itu berakhir pada Senin (3/50, ketika pemerintah mengumumkan perekonomian Hong Kong tumbuh 7,8% setahun dalam tiga bulan pertama 2021.

Rebound ekonomi tahun ini sebagian besar dipicu oleh kebangkitan ekspor tajam yang dipicu oleh pemulihan di Tiongkok dan Amerika Serikat.

Hong Kong sendiri merupakan salah satu tempat pertama di luar Tiongkok daratan yang mencatat infeksi virus corona. Perekonomiannya juga jatuhnya dengan mencatatkan 9,1% di Kuartal I-2020.

Sebagai informasi, Hong Kong adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia yang lumayan tidak beruntung karena mengalami pandemi virus korona yang sudah terperosok ke dalam resesi yang dalam. Kemudian pada 2019, aksi protes pro-demokrasi besar selama berbulan-bulan dan sering disertai kekerasan bertepatan dengan ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Rentetan peristiwa itu saja sudah menghantam perekonomian yang bertindak sebagai pintu gerbang internasional menuju Tiongkok.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN