Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Polisi Hong Kong (tengah) jatuh ke belakang saat bentrok dengan pengunjuk rasa pro-demokrasi, selama aksi protes yang berlangsung di Bandara Internasional Hong Kong pada 13 Agustus 2019.
 AFP / Manan VATSYAYANA

Polisi Hong Kong (tengah) jatuh ke belakang saat bentrok dengan pengunjuk rasa pro-demokrasi, selama aksi protes yang berlangsung di Bandara Internasional Hong Kong pada 13 Agustus 2019. AFP / Manan VATSYAYANA

Hong Kong Tahun Ini Defisit Anggaran

Happy Amanda Amalia, Selasa, 3 Desember 2019 | 12:05 WIB

HONG KONG, investor.id – Menteri Keuangan Paul Chan menyampaikan pada Senin (2/12) bahwa Hong Kong mencatatkan defisit anggaran pertama dalam 15 tahun pada 2019. Penyebabnya adalah perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) dan aksi unjuk rasa pro-demokrasi selama berbulan-bulan hingga mengganggu kegiatan di salah satu pusat bisnis global ini.

Dalam penilaian terbaru yang suram terhadap kotanya, Chan mengatakan kepada parlemen bahwa laju ekonomi negara akan berkontraksi 1,3% pada 2019. Kondisi ini menghantam pundi-pundi keuangan kota yang biasanya menggembung.

Chan menyebut penyebab defisit 2019-2020 karena penurunan pendapatan pajak, penurunan penjualan lahan. Juga karena maraknya uang suap di Hong Kong baru-baru ini sebagai upaya meraih dukungan publik selama aksi kerusuhan yang penuh gejolak di tahun ini,

“Pada akhir tahun finansial, pemerintah SAR (pemerintahan Hong Kong) akan berada di zona merah. Ekonomi Hong Kong sekarang berada dalam masa-masa yang sangat sulit,” ujar Chan, seraya menyerukan agar kekerasan politik segera dihentikan.

Hong Kong terakhir kali mencatat defisit anggaran setelah wabah virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau dikenal sebagai sindrom pernapasan akut parah pada 2003, yang menewaskan sekitar 300 orang.

Di samping itu, Hong Kong biasa menutup tahun dengan catatan anggaran yang patut ditiru. Bahkan anggaran gemuk bertahun-tahun berturut-turut telah menjadi pelindung yang mengesankan bagi kota.

Sebelumnya, Pemerintah Hong Kong mengungkapkan bahwa cadangan kotanya pada Maret tahun ini tercatat mencapai HK$ 1,17 triliun (US$ 150 miliar). Namun beberapa kritikus berulang kali menegur para pemimpin yang dipandang belum berbuat banyak untuk mengurangi ketidaksetaraan endemik.

Selain itu, kepastian soal terjadi defisit anggaran juga tidak akan banyak membantu memulihkan kepercayaan bisnis di Hong Kong mengingat Tiongkok tidak menawarkan solusi politik untuk krisis ini.

Di sisi lain, regulator penerbangan kota pada Senin memberikan waktu selama lima hari kepada maskapai penerbangan Hong Kong Airlines untuk mencari aliran pendapatan baru atau berhadapan pada risiko penangguhan izin operasional.

Perusahaan penerbangan yang dimiliki konglomerat HNA Group disebut-sebut telah menjadi salah satu korban dari krisis yang memukul Hong Kong. Hong Kong Airlines mengalami kerugian karena merosotnya jumlah pengunjung yang datang ke Hong Kong, dan pada pekan lalu mereka telah mengeluarkan pengumuman penundaan membayar gaji untuk beberapa stafnya. (afp/pya)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA