Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong UN (duduk) sedang mengawasi uji coba senjata baru di lokasi yang dirahasiakan pada 10 Agustus 2019. AFP / KCNA VIA KNS / KCNA VIA KNS

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong UN (duduk) sedang mengawasi uji coba senjata baru di lokasi yang dirahasiakan pada 10 Agustus 2019. AFP / KCNA VIA KNS / KCNA VIA KNS

Korut Uji Coba Senjata Baru

Grace Eldora, Senin, 12 Agustus 2019 | 09:09 WIB

Korut Uji Coba Senjata Baru

SEOUL, investor.id – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dilaporkan ikut mengawasi uji coba peluncuran “senjata baru” pada Sabtu (10/8). Peluncuran tersebut adalah yang kelima kalinya oleh Korut dalam dua pekan, setelah memprotes latihan militer tahunan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS), yang kerap membuat marah Korut.

Sementara itu Presiden Donald Trump memandang remeh pelaksanaan ujI coba senjata oleh Korut mengingat, AS sedang berusaha melanjutkan perundingan nuklir dengan Korea Utara.

Laporan Korean Central News Agency (KCNA) pada Minggu (11/8) tersebut menyusul pernyataan yang disampaikan Trump bahwa Kim telah menyatakan kesediaan untuk bertemu kembali usai latihan AS-Korea Selatan selesai, dan meminta maaf atas serangkaian uji coba rudal yang dilakukan.

Para pejabat pertahanan di Korsel mengatakan, Korut telah meluncurkan rudal balistik jarak pendek pada Sabtu yang terbang sejauh 400 kilometer, sebelum jatuh di lautan antara semenanjung Korea dan Jepang.

Kendati KCNA tidak memberikan penjelasan teknis, tetapi mereka menyebutkan bahwa rudal yang ditembakkan pada Minggu, merupakan “senjata baru” yang telah dikembangkan agar sesuai dengan “kondisi medan” negara itu.

Sedangkan surat kabar resmi Rodong Sinmun memuat beberapa foto yang memperlihatkan Kim tengah tersenyum lebar, dan dikelilingi oleh para pembantunya saat ia mengamati pelaksanaan uji coba.

Menurut Kim Dong Yub, seorang peneliti di Institute for Far Eastern Studies, senjata itu kemungkinan merupakan rudal balistik jarak pendek baru yang merupakan bagian dari modernisasi kemampuan militer Korut.

“Senjata-senjata itu adalah versi Korea Utara dari sistem pembalasan berbiaya rendah, dengan tingkat efisiensi tinggi yang bertujuan melumpuhkan sistem pertahanan rudal di Korea Selatan,” kata Kim.

Sementara dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh KCNA pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan penolakan Korea Selatan untuk membatalkan latihan bersama dengan AS, telah secara efektif mengacaukan prospek pembicaraan masa depan dengan Korsel.

“Mereka lebih baik mengingat, bahwa dialog ini akan diadakan secara ketat antara (Korea Utara) dan AS, bukan antara Utara dan Selatan,” demikian lapor KCNA.

Permintaan Maaf Kecil

Di sisi lain, Shin Beom-chul, analis di Asan Institute for Policy Studies di Seoul, Korsel mengatakan, anggapan remeh Trump terhadap peluncuran itu sama saja dengan mendukung uji coba rudal.

“Jika Kim merasa uji coba rudal dapat membahayakan momentum dialog, dia akan menahan diri. Tetapi sekarang, seolah-olah Korea Utara memiliki izin untuk menembakkan rudal jarak pendek,” tutur Shin kepada AFP.

Kementerian Luar Negeri di Pyongyang, Korut, mengungkapkan komentar Trump secara efektif dipandang sebagai bentuk pengakuan terhadap “hak pertahanan diri” Korea Utara sebagai negara berdaulat untuk melakukan uji coba rudal “kecil”.

Sebelumnya pada Jumat (9//8), presiden AS mengatakan setuju dengan oposisi Kim terhadap latihan perang dan mengindikasikan bahwa peluncuran rudal itu tidak penting.

“Saya akan mengatakannya lagi. Tidak ada uji coba nuklir. Uji coba rudal semuanya jarak pendek. Tidak ada uji coba rudal balistik, tidak ada rudal jarak jauh, ujar Trump.

Kemudian pada Sabtu, Trump mengatakan Kim telah menyatakan dalam surat tentang kesediaannya untuk bertemu dan melanjutkan negosiasi setelah latihan AS-Korea Selatan selesai.

“Kim juga mengajukan permintaan maaf kecil untuk menguji rudal jarak pendek,” kata pemimpin AS itu, dan mengatakan uji coba akan berakhir setelah latihan militer selesai pada 20 Agustus.

Di samping itu, Trump tampaknya masih bertekad mencapai kesepakatan dalam perjanjian denuklirisasi dengan Korea Utara menjelang pemilihan presiden (pilpres) AS tahun depan. Terlepas adanya gangguan dalam proses pembicaraan sejak Trump pertama kali bertemu Kim dalam pertemuan bersejarah di Singapura pada Juni 2018. (afp/eld)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN