Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PM Jepang Shinzo Abe.

PM Jepang Shinzo Abe.

Kuartal I, Ekonomi Jepang Tumbuh 0,5%

PYA, Selasa, 21 Mei 2019 | 10:13 WIB

TOKYO – Data resmi menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Jepang meningkat 0,5%, lebih baik dari yang diprediksi untuk kuartal I 2019. Meski demikian, kalangan analis mengingatkan bahwa negara dengan kekuatan ekonomi ketiga di dunia itu masih akan dihadapkan pada krisis.

Data PDB itu merupakan ekspansi kedua berturut-turut bagi perekonomian Jepang, setelah membukukan tingkat pertumbuhan 0,4% pada kuartal IV tahun lalu.

Kendati hasil laporan tersebut berlawanan dengan prediksi suram dari para analis, yang telah memperkirakan sedikit penurunan di awal 2019. Namun, beberapa ekonom memperingatkan tentang tanda-tanda kelemahan masih di bawah angka utama positif.

“Angka-angka utamanya bagus secara tak terduga, tetapi jika Anda melihat lebih dekat, data itu bukan sesuatu yang harus kita sukai. Sebaliknya, data itu jelas menunjukkan titik lemah dalam negara dengan tingkat konsumsi yang buruk serta investasi perusahaan pada pabrik-pabrik dan peralatan,” ujar Takeshi Minami, kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, kepada AFP, pada Senin (20/5).

Data dari Kantor Kabinet memperlihatkan ekspor bersih memberikan kontribusi besar pada angka-angka pertumbuhan terbaru, tetapi hanya jika penurunan impor melebihi penurunan ekspor.

“Tidak ada tanda-tanda yang jelas tentang bagian akhir dari ekspor, produksi, dan kepercayaan bisnis. Jadi saya tidak berpikir kita bisa optimis tentang masa depan ekonomi negara,” kata Yoshiki Shinke, kepala ekonom di Lembaga Riset Dai-ichi Life. Namun demikian, angka-angka yang lebih baik dari perkiraan tersebut telah mendongkrak bursa saham Tokyo dan membuat indeks acuan Nikkei menguat 0,74% pada saat pembukaan perdagangan.

Di sisi lain, data terbaru itu sedang dicermati mengingat beredarnya spekulasi bahwa pertumbuhan yang lemah dapat mendorong pemerintah Perdana Menteri Shinzo Abe kembali menunda kenaikan pajak penjualan yang direncanakan untuk ketiga kalinya.

Dengan ketidakpastian ekonomi global - seperti perang perdagangan Amerika Serikat (AS)-Tiongkok dan Brexit – maka ada beberapa Abe berencana menunda kenaikan pajak seper ti Pajak Per tambahan Nilai (PPN) dari 8% menjadi 10%, yang sebelumnya diharapkan pada Oktober.

Spekulasi lain juga meningkat, bahwa Abe bisa menggunakan keputusan ini untuk mengadakan pemilihan umum (pemilu) sela selama musim panas, yang digabungkan dengan pemilihan anggota majelis tinggi. (afp)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN