Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Toyota Motor Corporation. Foto ilustrasi: autonews.com

Toyota Motor Corporation. Foto ilustrasi: autonews.com

Laba Bersih Toyota Turun 24,5%

PYA, Kamis, 9 Mei 2019 | 07:10 WIB

TOKYO – Raksasa produsen mobil asal Jepang, Toyota, melaporkan perolehan laba bersihnya pada kuartal I turun 24,5% menjadi 1,88 triliun yen (US$ 17 miliar), padahal angka penjualan meningkat. Anjloknya laba bersih tersebut diakibatkan oleh kerugian investasi portfolio yang mencapai 294 miliar yen.

Perusahaan berjanji akan mempercepat keluar dari masalah itu di tahun mendatang. Produsen sedan Camry dan Prius hybrid menyampaikan laba bersih pada periode hingga 31 Maret 2019 turun 24,5% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$ 17 miliar.

Direktur Pelaksana Senior Toyota Masayoshi Shirayanagi mengatakan, memburuknya pasar saham pada periode saat ini sebagai penyebab kerugian investasi.

Dia menambahkan laporan finansial perusahaan juga menunjukkan catatan kerugian akibat reformasi pajak Amerika Serikat (AS), dibandingkan peningkatan 250 miliar yen pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, Toyota memperkirakan laba bersih tahun depan mengalami kenaikkan 19,5% menjadi 2,25 triliun yen. Kemudian angka penjualan naik 2,9% menjadi 30,23 triliun yen, sementara laba operasional naik 2,8% year-onyear (yoy) menjadi 2,47 triliun yen.

Chief Executive Officer (CEO) Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda pun mencatat bahwa laporan ini adalah kali pertama sebuah perusahaan Jepang mencatatkan angka penjualan tahunan lebih dari 30 triliun yen. Perusahaan memperkirakan laba operasi untuk tahun berjalan hingga Maret 2020 akan meningkat 3,3% menjadi 2,55 triliun yen.

Sedangkan angka penjualan diperkirakan melorot 0,7% menjadi 30 triliun yen. “Toyota melaju dengan mantap, dibandingkan dengan para pesaingnya. Perusahaan ini, sebagian besar menunjukkan kinerja yang wajar di seluruh dunia pada saat pasar global melambat,” ujar analis Satoru Takada dari TIW, sebuah perusahaan riset dan konsultasi yang berbasis di Tokyo, pada Rabu (8/5).

Meski demikian, Takada menilai prospek industri otomotif masih sedikit bullish. Menurut catatan Takada, kalangan produsen mobil Jepang telah menikmati masa-masa kejayaan dalam beberapa tahun terakhir, bersama dengan terus pulihnya Amerika Utara dari krisisi finansial pada akhir 2000-an, dan bertumbuhnya Tiongkok menjadi pasar raksasa.

“Tetapi sekarang prospek bagi kedua pasar terbesar itu suram, sementara biaya material meningkat. Selain itu juga mereka tidak dapat memperkirakan dampak satu kali akibat pengurangan pajak AS, yang sempat meningkatkan laba mereka sebelumnya. Faktor-faktor sulit mengalahkan yang positif,” katanya kepada AFP. (afp)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN