Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Demonstran pro-demokrasi Hong Kong mendorong troli-troli bagasi untuk memblokir gerbang-gerbang kedatangan selama aksi protes menentang RUU ekstradisi yang kontroversial, di bandara internasional Hong Kong pada 13 Agustus 2019. Pihak berwenang di bandara Hong Kong telah membatalkan semua jadwal keberangkatan penerbangan menyusul aksi pengunjuk rasa pro-demokrasi yang memblokir fasilitas tersebut di hari kedua. AFP / Manan VATSYAYANA

Demonstran pro-demokrasi Hong Kong mendorong troli-troli bagasi untuk memblokir gerbang-gerbang kedatangan selama aksi protes menentang RUU ekstradisi yang kontroversial, di bandara internasional Hong Kong pada 13 Agustus 2019. Pihak berwenang di bandara Hong Kong telah membatalkan semua jadwal keberangkatan penerbangan menyusul aksi pengunjuk rasa pro-demokrasi yang memblokir fasilitas tersebut di hari kedua. AFP / Manan VATSYAYANA

Penutupan Bandara Hong Kong Picu Kekacauan

Happy Amanda Amalia/Grace Eldora, Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:10 WIB

HONG KONG, investor.id – Para demonstran pro-demokrasi masih melanjutkan aksi menduduki komplek bandara Hong Kong yang luas sehingga membuat ratusan jadwal penerbangan dibatalkan atau mengalami penundaan pada Selasa (13/8). Dalam aksi protes itu, pengunjuk rasa melawan peringatan dari CEO Hong Kong Carrie Lam yang mengatakan bahwa kota menuju kepada kekacauan.

Aksi unjuk rasa terbaru tersebut digelar bersamaan dengan keluarnya sinyal-sinyal ancaman dari Pemerintah Tiongkok, yang menegaskan bahwa kerusuhan yang sudah berlangsung 10 pekan itu harus berakhir.

Peringatan itu disampaikan bersamaan dengan dirilisnya laporan media milik pemerintah yang menayangkan cuplikan video memperlihatkan pasukan keamanan sedang berkumpul di seberang perbatasan.

Menurut laporan, krisis – yang menyebabkan jutaan orang turun ke jalan-jalan Hong Kong itu – sudah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemerintahan Tiongkok, sejak Hong Kong diserahkan oleh Inggris pada 1997 .

Akan tetapi, aksi protes hari kedua yang dilakukan di bandara semakin meningkatkan risiko pertaruhan, mengingat itu adalah salah satu bandara tersibuk di dunia.

Dilaporkan, seluruh proses check-in dibatalkan pada Selasa sore, menyusul langkah-langkah dari pemrotes berkaus hitam yang membuat barikade dengan menggunakan troli-troli bagasi untuk menghalangi para penumpang melewati gerbang-gerbang keamanan.

Pertengkaran pun pecah antara pengunjuk rasa dan wisatawan yang memohon agar diizinkan lewat.

“Saya mau menutup bandara seperti kemarin sehingga sebagian besar penerbangan keberangkatan akan dibatalkan,” pungkas Kwok, salah seorang mahasiswa berusia 21 tahun, kepada AFP.

Sebelumnya pada Senin (12/8), polisi melaporkan adanya kerumunan berjumlah 5.000 orang yang memenuhi bandara untuk mengecam taktik kekerasan oleh polisi dalam upayanya meredam aksi demonstrasi pada akhir pekan. Sebagai respons, otoritas bandara pun membatalkan semua penerbangan pada Senin sore.

 

Semua Tenang

Di sisi lain, Lam yang menggelar konferensi pers pada Selasa pagi memperingatkan tentang konsekuensi berbahaya jika aksi kekerasan yang meningkat tidak teratasi. “Kekerasan akan mendorong Hong Kong menuju kepada keadaan kacau,” ujarnya.

Lam pun meminta agar semua tenang, saat diberondong pertanyaan sengit dari wartawan setempat sampai hampir menangis.

“Luangkan waktu sebentar untuk berpikir, lihat kota kami, rumah kami, apakah Anda semua benar-benar ingin melihatnya terdorong ke dalam jurang,” kata Lam, seraya menambahkan menolak untuk memberikan konsesi kepada para pengunjuk rasa.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Gubernur kolonial terakhir Hong Kong Chris Patten menyatakan sependapat dengan pernyataan Lam bahwa kota itu semakin dekat kepada kehancuran. Tetapi di satu pihak, Patten juga menuding kerasnya pendirian Lam yang menyebabkan Hong Kong berada di posisi itu.

Pada Senin sore, pengunjuk rasa kembali ke bandara seraya meneriakkan kata-kata “Berdiri bersama Hong Kong, berdiri demi kebebasan”, dan membuat coretan grafiti yang termasuk “mata diganti mata”.

Coretan grafiti tersebut merujuk pada cedera serius yang dilaporkan diderita oleh seorang wanita karena terkena tembakan bean-bag saat berlangsung demonstrasi yang berubah menjadi kekerasan pada Minggu (11/8) malam.

Disamping itu, beberapa wisatawan tampak menyuarakan dukungan simpati kepada para demonstran. “Saya memahami dasar-dasar protes dan mereka punya satu poin: ini tentang kebebasan dan demokrasi dan ini sangat penting,” tutur Pete Knox, warga Inggris (65 tahun) yang berencana melanutkan perjalanan ke Vietnam. (afp/pya/eld)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA