Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo saat menjadi salah satu pembicara dalam APEC CEO Dialogues 2020 secara virtual Kamis (19/11/2020). Sumber: kanal YouTube Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo saat menjadi salah satu pembicara dalam APEC CEO Dialogues 2020 secara virtual Kamis (19/11/2020). Sumber: kanal YouTube Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi Ajak Pengusaha Asia - Pasifik Manfaatkan Peluang Omnibus Law

Kamis, 19 November 2020 | 17:09 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pengusaha di kawasan Asia Pasifik untuk memanfaatkan peluang dari Undang-Undang Omnibus Law yang telah disahkan pada 5 Oktober 2020.

Ia mengatakan, Pemerintah sedang menyelesaikan peraturan pelaksanaan dari Omnibus Law, pemerintah akan selesaikan aturan pelaksana itu secepat-cepatnya sehingga berbagai reformasi regulasi dan debirokratisasi bisa segera dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha, serta diharapkan dapat menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

“Saya yakin para pengusaha serta pelaku bisnis domestik dan internasional akan merasakan efek positif dari berbagai potensi dan insentif dari kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Indonesia di masa pandemi ini,” kata Presiden Jokowi saat menjadi pembicara kunci pada  CEO Dialogue 2020  bertema “APEC Re-Imagined Priorities In The Aftermath of Covid-19,” Kamis (19/11/2020).

Hadir pula pada pertemuan itu Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.

Sementara itu, delegasi ABAC Indonesia yang hadir adalah Kartiko Wirjoatmodjo, Shinta Widjaja Kamdani, Handi Prio Santoso, John Riady, dan Erwin Aksa.

Presiden Jokowi mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang sangat krusial bagi dunia, sangat sulit bagi dunia. Semua negara ditantang untuk memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya. Ditantang menjawab keterbatasan, menghitung kembali peluang, dan menciptakan terobosan dan inovasi yang tidak terpikirkan sebelumnya.

“Saya percaya peluang dan kesempatan masih terbuka luas. Indonesia menggunakan momentum krisis ini untuk melakukan reformasi struktural secara extraordinary. Kami membenahi regulasi yang ada, membenahi  birokrasi yang ada agar dapat bergerak cepat melalui masa-masa sulit ini sehingga siap membuka pintu seluas-luasnya bagi businessman dan bagi investor dengan cara-cara baru,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberadaan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja, menjadi pertanda bahwa untuk pertama kali dilakukan penyederhanaan regulasi secara besar-besaran dari 79 Undang-undang menjadi menjadi satu Undang-undang. Tujuan utama dilakukan penyederhanaan adalah menciptakan iklim berusaha dan investasi yang berkualitas bagi para pelaku bisnis, termasuk UMKM dan investor asing.

“Regulasi yang tumpang tindih dan prosedur yang rumit dipangkas, rantai birokrasi perizinan yang berbelit-belit dipotong, serta pungutan liar yang selama ini menghambat usaha dan investasi juga diberantas dengan tetap mengutamakan komitmen kami untuk perlindungan kepada lingkungan, komitmen ramah lingkungan,” katanya.

Enam Manfaat

Presiden Joko Widodo saat menjadi salah satu pembicara dalam APEC CEO Dialogues 2020 secara virtual Kamis (19/11/2020). Sumber: kanal YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat menjadi salah satu pembicara dalam APEC CEO Dialogues 2020 secara virtual Kamis (19/11/2020). Sumber: kanal YouTube Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi mengatakan, Omnibus Law Cipta Kerja akan memberikan dampak yang signifikan bagi perbaikan iklim usaha dan berivestasi di Indonesia. Disebutkan manfaat  pertama adalah proses perizinan berusaha dan berinvestasi menjadi lebih sederhana dan lebih dipercepat. Persyaratan untuk berinvestasi menjadi lebih sederhana. Perizinan usaha untuk usaha mikro-kecil, tidak diperlukan lagi, cukup hanya dengan pendaftaran saja.

Kedua, pungutan liar dan korupsi dipotong dengan cara mengintegrasikan seluruh proses perizinan ke dalam sistem perizinan elektronik melalui Sistem OSS/online single submission.

Ketiga, kegiatan usaha dan berinvestasi makin dipermudah. Pembentukan Perseroan Terbatas/PT dibuat lebih sederhana dan tidak ada lagi pembatasan modal minimum. Pengurusan paten, merek juga dipercepat. Pengadaan tanah dan lahan bagi kepentingan umum dan investasi jauh lebih mudah.

“Keempat, berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus/KEK, Kawasan Perdagangan Bebas, dan Pelabuhan Bebas semakin dipemudah, serta semakin menarik dengan adanya berbagai fasilitas dan insentif. Pelayanan perizinan berusaha di kawasan-kawasan tersebut akan dilakukan dalam hitungan jam dengan fasilitas fiskal yang terintegrasi dalam sistem OSS,” kata Presiden Jokowi.

Kelima, Indonesia membentuk Lembaga sovereign wealth fund yang akan mengelola dan menempatkan sejumlah dana dan/atau aset negara, secara langsung maupun tidak langsung, serta melakukan kerjasama dengan pihak ketiga.

“Keenam, Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja melindungi dan meningkatkan peran pekerja dalam mendukung investasi di Indonesia, termasuk memberikan kepastian hukum dalam pengaturan tentang upah minimum dan besaran pesangon,” kata Presiden Jokowi.

Pada bagian akhir pidatonya, Presiden Jokowi juga mengajak para pemimpin dunia untuk bersama-sama bangkit dan bekerja sama demi memulihkan kesehatan masyarakat dan perekonomian kawasan, dan segera melakukan lompatan-lompatan kemajuan kejayaan perekonomian di kawasan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN