Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Senegal, Macky Sall sedang berbincang dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Marsudi di Dakar, pada 2 Desember 2019. Pertemuan Menlu Retno dengan Presiden Sall adalah untuk membahas sejumlah isu peningkatan kerja sama bilateral di bidang infrastruktur, industri strategis, pertambangan dan ekonomi. (Foto: kemlu.go.id )

Presiden Senegal, Macky Sall sedang berbincang dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Marsudi di Dakar, pada 2 Desember 2019. Pertemuan Menlu Retno dengan Presiden Sall adalah untuk membahas sejumlah isu peningkatan kerja sama bilateral di bidang infrastruktur, industri strategis, pertambangan dan ekonomi. (Foto: kemlu.go.id )

Presiden Macky Sall Apresiasi Dukungan RI dalam Pembangunan Infrastruktur di Senegal

Happy Amanda Amalia, Selasa, 3 Desember 2019 | 14:16 WIB

DAKAR – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Marsudi bertemu dengan Presiden Senegal, Macky Sall pada Senin (2/12) di Dakar, Senegal, Afrika Barat. Pertemuan Menlu Retno dengan Presiden Sall adalah untuk membahas sejumlah isu peningkatan kerja sama bilateral di bidang infrastruktur, industri strategis, pertambangan dan ekonomi.

Dalam kesempaatan itu, Presiden Sall juga menyampaikan penghargaannya kepada Indonesia yang telah melakukan kerja sama ekonomi dengan Senegal, yaitu rencana pembangunan gedung multi fungsi Menara Goree (Tour de Goree) dan penjualan pesawat CN-235.

Sall sepakat dengan Menlu Retno untuk terus meningkatkan kerja sama dalam berbagai proyek di masa depan. Menlu Retno pun meminta kepada presiden Senegal untuk memberikan kemudahan pemberian visa termasuk kepada kalangan swasta yang meningkat kunjungannya ke Senegal, seiring meningkatnya kerja sama ekonomi kedua Negara.

Setelah pertemuan, Menlu Retno bersama Menteri PSE/Bappenas Senegal menyaksikan penandatanganan Kontrak Tahap 1 (satu) proyek Tour de Goree dimaksud yang disepakati pada Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue pada Agustus 2019. Penandatangan dilakukan antara PT WIKA dengan pihak Senegal menjadi kick-off dimulainya pelaksanaan proyek senilai 250 juta euro tersebut. Tour de Goree merupakan awal dari sejumlah kerja sama proyek infrastruktur antara Indonesia dan Senegal.

Selain itu, di sela-sela pertemuan di Senegal, sejumlah BUMN dari PT WIKA, PT Dirgantara Indonesia, PT Timah dan Indonesia Eximbank yang turut mendampingi kunjungan Menlu ke Dakar juga melakukan serangkaian pertemuan dalam bidang infrastruktur, pertambangan dan industri strategis yang pembahasannya berlanjut hingga 3 Desember 2019.

Ada pun peluang kerja sama yang telah ditawarkan oleh pihak Senegal antara lain pembangunan jembatan, renovasi bandara militer, peluang pembelian berikut pesawat CN-235, serta pembahasan kerjasama pertambangan seperti fosfat. Pembahasan lebih rinci akan terus dilakukan khususnya skema keuangan untuk pembiayaan proyek-proyek dimaksud.

Pada kunjungan ini, Menlu Retno juga telah berbicara pada konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Senegal bekerja sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai pembangunan berkelanjutan.

Retno, merupakan satu-satunya Menteri Luar Negeri yang diundang sebagai salah satu panelis untuk berbagi kisah sukses kerja sama pembangunan dan investasi Indonesia dengan berbagai negara di Afrika serta kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo yang dinilai berbagai pihak di Afrika dapat menjadi lessons learned sangat baik.

Di sela-sela konferensi, Menlu Retno juga telah berbicara dengan Presiden Burkina Faso, Afrika Barat, Roch Marc Christian Kaboré yang mengundang Indonesia melakukan kerja sama dalam sejumlah proyek infrastruktur prioritas negaranya.

Retno pun sempat berbicara dengan Perdana Menteri Mali, Boubou Cisse, membahas mengenai pentingnya penciptaan perdamaian dan keamanan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di samping itu, menlu RI juga mengadakan pertemuan dengan Deputi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amina Mohammed guna membahas isu sustainable development goals, women empowerment dan perubahan iklim. Disepakati pentingnya pembahasan lintas sektor dan kolaborasi dalam menghadapi isu sumber energi terbarukan, peningkatan partisipasi generasi millennials dan perempuan di berbagai platform serta mendorong percepatan upaya dan kebijakan untuk mencapai tujuan SDGs 2030.

Sekadar informasi, kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama Retno ke Afrika di masa kabinet Indonesia Maju. Pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo sebelumnya, menlu RI telah melakukan kunjungan ke beberapa negara Afrika, seperti Afrika Selatan, Pantai Gading, Mozambik, dan Nigeria.

Rangkaian kunjungan ini merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk diantaranya meningkatkan peran ekonomi Indonesia di tingkat global seperti di Afrika. Atas dasar visi dan misi Presiden tersebut, diplomasi ekonomi menjadi prioritas utama politik luar negeri Indonesia di masa kabinet Indonesia Maju 2019-2024 dengan menembus pasar non-tradisional. Ikatan sejarah yang kuat antara Indonesia dengan Afrika sejak Konferensi Asia Afrika 1955 terus meningkat dan bertransformasi menjadi kerja sama ekonomi konkret yang saling menguntungkan.

Pada 2018 telah diselenggarakan Indonesia-Africa Forum yang dilanjutkan dengan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di tahun 2019. Dalam kedua kegiatan tersebut telah dilakukan pembahasan kerja sama perdagangan barang dan jasa guna memperkuat ekspor dan memperluas market access melalui pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) serta di bidang investasi termasuk pembangunan infrastruktur dan ekspor produk industri strategis, pertambangan dan energi serta memperkuat infrastruktur diplomasi Indonesia di Afrika.


 

Sumber : PR

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA