Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) mengenakan masker pelindung saat petugas kesehatan memeriksa suhu tubuhnya selama inspeksi kerja pencegahan dan pengendalian pneumonia virus novel korona, di Komunitas Anhuali di Beijing, pada 10 Februari 2020. ( Foto: JU PENG / XINHUA / AFP )

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) mengenakan masker pelindung saat petugas kesehatan memeriksa suhu tubuhnya selama inspeksi kerja pencegahan dan pengendalian pneumonia virus novel korona, di Komunitas Anhuali di Beijing, pada 10 Februari 2020. ( Foto: JU PENG / XINHUA / AFP )

Presiden Xi Temui Pekerja Medis dan Pasien Korona

Selasa, 11 Februari 2020 | 09:05 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Presiden Tiongkok Xi Jinping mengenakan masker wajah dan ikut diperiksa suhu tubuhnya saat menemui para pekerja medis dan pasien yang terkena virus korona baru jenis 2019-nCoV, yang telah menewaskan lebih dari 900 orang di negaranya.

Xi sendiri baru kali ini muncul di hadapan publik, sejak wabah virus menyebar ke seluruh negeri – yang dilaporkan bermula di kota Wuhan, provinsi Hubei. Sampai berita ini diturunkan, pada Senin (10/2) jumlah korban meninggal dunia akibat terpapar virus korona tercatat mencapai 910 orang dan telah menginfeksi lebih dari 40.000 orang.

Kunjungan Presiden Xi ini pun terbilang langka, karena dia menemui para staf medis rumah sakit, yang berada di garis depan, yang sedang merawat para pasien yang terinfeksi oleh virus yang disebut dengan virus “setan”.

Sebelumnya, Xi telah menunjuk Perdana Menteri Li Keqiang untuk memimpin kelompok kerja penanggulangan wabah. Dan Li juga sudah mengunjungi pusat penyebaran wabah di Wuhan, pada bulan lalu.

Media pemerintah melaporkan, Xi terlihat mengenakan masker berwarna biru dan jas putih bedah saat akan menemui para dokter di rumah sakit Beijing Ditan pada Senin. Dia mengamati perawatan yang diterima para pasien dan berbicara melalui tautan video kepada para dokter di Wuhan.

“Dia kemudian mengunjungi warga perumahan di pusat kota Beijing untuk "menyelidiki dan membimbing" upaya-upaya mengatasi epidemi,” demikian lapor lembata siaran CCTV.

Dalam rekaman video ditunjukkan, Xi tengah diperiksakan suhunya menggunakan termometer inframerah, kemudian berbicara dengan pekerja komunitas, dan melambaikan tangan kepada penduduk yang tersenyum sambil bersandar di jendela apartemen mereka.

Penyebaran wabah virus korona telah memicu Pemerintah Tiongkok mengambil langkah-langkah luar biasa, termasuk mengunci seluruh akses ke kota- kota di provinsi Hubei serta menghentikan jaringan transportasi nasional, menutup tempat-tempat wisata dan meminta kepada ratusan juta orang untuk tidak keluar rumah.

Warga Mulai Bekerja

Tindakan karantina besar-besaran oleh pemerintah telah mengubah kota-kota bagai kota hantu. Meski demikian beberapa tanda kehidupan normal mulai terlihat pada Senin.

Jalan-jalan di Beijing dan Shanghai yang memiliki lalu lintas lebih padat, dan kota Guangzhou di selatan menyampaikan akan mulai mengoperasikan angkutan umum.

Kendati warga banyak yang mulai masuk kerja, namun tidak mudah bagi mereka untuk melakukan penyeimbangan.

“Tentu saja kami khawatir. Ketika para pelanggan masuk, pertama-tama yang kami lakukan adalah mengukur suhu tubuh mereka, kemudian menggunakan desinfektan dan meminta mereka untuk mencuci tangan,” ungkap salah seorang pria bermarga Li (25 tahun), di sebuah salon kecantikan di Beijing yang dibuka kembali pada Senin.

Bahkan pemerintah daerah Shanghai menyarankan jadwal kerja bergiliran, menghindari makan secara berkelompok dan menjaga jarak dengan rekan kerja sedikitnya satu meter.

Banyak juga karyawan yang memilih bekerja dari rumah, dan beberapa perusahaan menunda operasioalnya selama satu minggu lagi.

Media pemerintah melaporkan, jumlah penumpang kereta bawah tanah Beijing mengalami penurunan sampai separuhnya pada Senin, dibandingkan dengan hari kerja normal. Mal-mal perbelanjaan besar di ibu kota pun tampak sepi dan banyak bank yang masih tutup.

Salah seorang karyawan bank di Shanghai mengatakan hanya bekerja setengah hari, dan bergantian dengan karyawan lain yang meneruskan jam kerja sampai sore hari. Sisanya, dia akan bekerja dari rumah.

“Cara itu membuat pekerjaan kami lebih sulit, karena kami perlu mengakses sistem di kantor kami," ujarnya kepada AFP.

Sedangkan sekolah-sekolah dan universitas di seluruh negeri tetap tutup.

Seperti diketahui, angka kematian akibat virus korona telah melebihi jumlah korban meninggal dalam epidemi Saluran Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003. Saat itu, Tiongkok mendapat kecaman internasional karena menutupii kasus, namun kali ini Negeri Tirai Bambu itu menuai pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas langkah-langkah yang telah diambil.

Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan ada “beberapa contoh” kasus virus korona menjangkit di luar negeri terhadap orang-orang yang yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok.

“Kita mungkin baru melihat ujung dari gunung es,” demikian cuitannya.

Angka Infeksi Melambung

Di sisi lain, di Hong Kong, ribuan orang yang terjebak di kapal pesiar World Dream selama lima hari baru diizinkan untuk turun pada Minggu (9/2), setelah 1.800 awak menunjukkan tes negatif untuk virus korona.

Tetapi 65 orang lainnya di atas kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina, dan tertambat di Jepang, telah didiagnosis terjangkit virus korona. Demikian disampaikan kementerian kesehatan pada Senin, sehingga jumlah total yang infeksi diketahui bertambah menjadi 135.

Kapal pesiar Diamond Princess dilaporkan berada di karantina sejak tiba di lepas pantai Jepang awal pekan lalu, setelah virus terdeteksi menjangkit pada seorang penumpang sebelumnya telah turun dari kapal pada bulan lalu di Hong Kong.

Di kota Wuxi, bagian timur Tiongkok, pemerintah mengatakan siapa pun yang mencoba masuk dari provinsi dengan jumlah kasus virus yang tinggi akan “dibujuk untuk kembali. Sementara itu di Suzhou, dekat pusat keuangan Shanghai, telah menangguhkan semua angkutan penumpang ke daerah sekitarnya. (afp)


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN