Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah payung dikeringkan di depan layar yang memperlihatkan harga saham di sebuah perusahaan sekuritas di Beijing, Tiongkok, Senin (5/8/2019). Foto: AFP / Greg Baker

Sebuah payung dikeringkan di depan layar yang memperlihatkan harga saham di sebuah perusahaan sekuritas di Beijing, Tiongkok, Senin (5/8/2019). Foto: AFP / Greg Baker

RRT Hapus Pembatasan Asing di Saham dan Obligasi

Iwan Subarkah Nurdiawan, Rabu, 11 September 2019 | 08:51 WIB

BEIJING, investor.id – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada Selasa (10/9) menghapus pembatasan terhadap lembaga-lembaga asing yang ingin berinvestasi di pasar saham dan obligasinya. Tujuannya untuk menarik investasi asing di tengah perlambatan ekonomi dan perselisihan dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Sementara investor asing individu dilarang berinvestasi langsung di pasar Tiongkok, skema Qualified Foreign Institutional Investor (QFII) sekarang membolehkan investor lembaga asing tertentu untuk membeli saham.

State Administration of Foreign Exchange (SAFE) mengatakan, batas atas total pembelian aset oleh asing sebesar US$ 300 miliar, menurut skema tersebut, telah dicabut. Jadi, investor lembaga asing sekarang dapat dengan bebas mengakses pasar saham terbesar kedua dunia tersebut.

Pencabutan pembatasan juga berlaku untuk skema investasi dalam denominasi yuan. Skema Renminbi Qualified Foreign Institutional Investor (RQFII) membolehkan lembaga asing berinvestasi di sekuritas Tiongkok menggunakan nilai tukar yuan di luar negeri.

“Investor institusional asing dengan kualifikasi-kualifikasi yang relevan dapat membawa dananya untuk berinvestasi di sekuritas dan tetap mematuhi regulasi. Ini akan meningkatkan kenyamanan bagi investor asing yang berpartisipasi di pasar finansial dalam negeri,” kata regulator tersebut.

SAFE menambahkan, pihaknya juga sedang mengajukan izin kepada kabinet untuk mencabut lisensi administrasi bagi para investor asing yang ingin membeli saham dan obligasi.

“Tujuannya adalah memfasilitasi investor asing untuk menanamkan modalnya di pasar sekuritas domestik, sekaligus memperkuat cakupan serta kedalaman pasar finansial Tiongkok,” kata Wang Chunying, juru bicara SAFE.

Data SAFE menyebutkan, hingga akhir Agustus 2019 baru sepertiga dari US$ 300 miliar kuota investasi QFII yang termanfaatkan.

Wang menambahkan, skema investasi dalam renminbi sekarang terbuka bagi seluruh investor lembaga asing. Sepanjang memenuhi persyaratan tertentu. Sebelumnya, skema itu hanya tersedia bagi para investor dari negara atau kawasan tertentu dan sifatnya percobaan.

Pemerintah Tiongkok belakangan melonggarkan pembatasan investasi asing di sektor finansial. Komisi Pembangunan dan Stabilitas Finansial pada Juli 2019 menyebutkan, pemerintah akan mencabut pembatasan kepemilikan asing di saham, asuransi, dan lembaga pengelolaan dana pada 2020. (afp/sn)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN