Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Smartphone Samsung  generasi 5G. Foto: youtube

Smartphone Samsung generasi 5G. Foto: youtube

Samsung Prediksikan Laba Anjlok 56%

Sabtu, 6 Juli 2019 | 07:38 WIB

SEOUL – Samsung Electronics pada Jumat (5/7) memprediksi laba operasional anjlok 56% pada kuartal II 2019 karena melemahnya pasar chip. Laba operasional untuk periode April hingga Juni tersebut diperkirakan mencapai sekitar 6,5 triliun won (US$ 5,6 miliar). Anjlok 56% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan perusahaan juga diperkirakan turun 4,2% menjadi 56 triliun won. Samsung dijadwalkan menyampaikan laporan hasil akhirnya pada akhir bulan ini. Harga saham Samsung turun 1,2% di awal transaksi perdagangan Jumat.

Meski diperkirakan mengalami kemerosotan laba, tapi produsen ponsel pintar (smartphone) dan kartu chip memori terbesar di dunia itu sudah sempat menikmati keuntungan dalam beberapa tahun terakhir. Walau tengah dilanda kemunduran dan kini sedang berjuang mengingat jatuhnya harga kartu chip yang disebabkan naiknya pasokan global, sementara tingkat permintaan melemah.

Sebagai anak perusahaan unggulan dari raksasa Samsung Group, yang sejauh ini tercatat sebagai perusahaan keluarga konglomerat yang mendominasi bisnis di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-11 di dunia, maka kondisi Samsung Electronics sangat penting bagi kesehatan ekonomi Korea Selatan (Korsel).

Samsung meluncurkan ponsel pintar 5G mutakhir S10 pada awal tahun ini, setelah Korea Selatan memenangi perlombaan global untuk secara komersial meluncurkan jaringan 5G nasional pertama di dunia. Tetapi pada April 2019, Samsung membuat keputusan besar dengam kembali meluncurkan ponsel pintar Galaxy Fold baru setelah banyak ulasan yang melaporkan munculnya masalah pada layar, hanya dalam beberapa hari digunakan.

Meskipun perangkat Samsung bukan handset lipat pertama, tapi raksasa produsen ponsel pintar ini diperkirakan dapat membantu mendongkran permintaan dan berpotensi menghidupkan kembali sector yang terus memperjuangkan hadirnya inovasi-inovasi baru.

Perusahaan asal Korsel tersebut dilaporkan telah menghabiskan hampir delapan tahun untuk mengembangkan Galaxy Fold sebagai bagian dari strateginya guna mendorong pertumbuhan dengan gawai-gawai yang inovatif. Namun, perusahaan itu belum mengumumkan tanggal pelucuran terbaru.

Di sisi lain, Samsung merupakan produsen yang memasok layar dan kartu chip memori untuk ponsel pintarnya sendiri dan Apple, serta chip server untuk perusahaan cloud seperti Amazon. Selain itu mereka juga salah satu produsen semikonduktor utama Korea Selatan yang terkena dampak pembatasan ekspor oleh Jepang ke Korea Selatan baru-baru ini. (afp/pya)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN