Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas keamanan sedang berpatroli di lokasi yang menjadi penyimpanan kendaran baru di pinggiran Hyderabad, India pada 11 September 2019. (Foto: AFP / NOAH SEELAM)

Petugas keamanan sedang berpatroli di lokasi yang menjadi penyimpanan kendaran baru di pinggiran Hyderabad, India pada 11 September 2019. (Foto: AFP / NOAH SEELAM)

Sektor Otomotif India Terdampak Perlambatan Pertumbuhan

Iwan Subarkah Nurdiawan, Senin, 16 September 2019 | 09:39 WIB

NEW DELHI, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) India Nirmala Sitharaman menyebut kaum milenial lebih memilih perjalanan menggunakan angkutan umum online dibandingkan mobil pribadi. Sehingga penjualan mobil merosot. Kaum muda India pun tidak terima disebut begitu. Sementara kalangan analis menilai, masalah-masalah ekonomi lah sebagai penyebab kemerosotan penjualan tersebut.

Data-data disebutkan menunjukkan bahwa Uber dan Ola sangat populer di kalangan konsumen muda. Mereka lebih nyaman dengan moda transportasi umum online dan gandrung dengan tren-tren digital. Tapi, kalangan analis menyebut masalah yang dihadapi industri otomotif India lebih dalam dari sekadar tren-tren anak muda tersebut.

Industri otomotif India, kata mereka, dihadapkan pada tantangan-tantangan yang jauh lebih serius. Dengan populasi 1,3 miliar jiwa, India adalah pasar mobil keempat terbesar di dunia. Tapi, memiliki kendaraan masih merupakan simbol status dibandingkan kebutuhan bepergian sehari-hari.

Walau sektor otomotif India pernah meledak dan menjadi salah satu barometer penting kondisi kesehatan ekonomi, penjualannya sekarang sangat melambat. Pada Agustus 2019, penjualan menunjukkan penurunan untuk 10 bulan berturut-turut.

"(Harga) mobil paling murah yang bisa didapat sekarang ini mulau enam sampai tujuh lakhs (atau setara US$ 8.500 – US$ 9.800). Jadi jauh lebih murah untuk angkutan umum online ketimbang beli mobil baru,” ujar Somya Saluja, seorang mahasiswa kepada AFP.

Uday Kotak yang merupakan bankir terkaya di India pun belum lama ini mengatakan, putranya lebih nyaman menggunakan aplikasi angkutan umum online dibandingkan beli mobil sendiri.

Uber dan Ola dilaporkan memfasilitasi sekitar 3,65 juta perjalanan darat per hari di India. Tapi menurut VG Ramakrishnan, managing partner di Avanteum Advisors, penyebab utama kemerosotan penjualan mobil adalah ekonomi.

“Saya pikir perlambatan ini lebih disebabkan oleh rendahnya kepercayaan konsumen dan pertumbuhan pendapatan telah terdampak dalam beberapa tahun terakhir,” ujar dia kepada AFP.

Pertumbuhan ekonomi India melambat lima kuartal berturut-turut pada April-Juni 2019 dan mencapai level terendah dalam lima tahun.

Perbankan juga makin enggan memberikan kredit kepemilikan setelah meletusnya krisis likuiditas yang dipicu nyaris kolapsnya salah satu shadow bank terbesar India, IL&FS, setahun lalu.

Biaya produksi mobil juga naik karena aturan baru yang mewajibkan emisi dan standar keselamatan lebih baik. Permintaan juga turun akibat pengenaan pajak barang dan jasa 28% pada 2017. (afp/sn)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA